TANGERANG –Ekspresi Banten, Wajah perbatasan sejatinya bukan sekadar penanda geografis, melainkan representasi identitas, marwah daerah, serta simbol kemajuan sebuah wilayah. Namun ironisnya, kondisi tugu perbatasan antara Kabupaten Tangerang dan Kota Tangerang yang berada di Kampung Bayur, Kecamatan Periuk, serta Desa Lebak Wangi, Kecamatan Sepatan Timur, justru memperlihatkan potret yang jauh dari kata representatif.
Pantauan di lapangan menunjukkan kondisi tugu pembatas tersebut tampak usang, kusam, mengalami kerusakan di sejumlah bagian, dan dinilai sudah tidak lagi mencerminkan besarnya kapasitas fiskal maupun kemajuan pembangunan dua wilayah penyangga ekonomi di Provinsi Banten tersebut.
Padahal, baik Pemerintah Kabupaten Tangerang maupun Pemerintah Kota Tangerang dikenal memiliki kemampuan fiskal yang kuat dengan Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang terbilang besar setiap tahunnya. Dengan kapasitas anggaran sebesar itu, publik menilai renovasi infrastruktur simbolik seperti tugu perbatasan seharusnya bukan menjadi persoalan yang sulit untuk direalisasikan.
Salah seorang warga, Suhendi, saat diwawancarai wartawan menyampaikan keprihatinannya terhadap kondisi tugu yang dinilai sudah terlalu lama dibiarkan tanpa sentuhan pembaruan.
“Tugu ini sudah sangat lama, kondisinya juga sudah rusak dan terkesan tidak bagus. Padahal ini adalah pintu masuk dan wajah daerah. Kami meminta Pemerintah Kabupaten Tangerang dan Pemerintah Kota Tangerang agar segera melakukan renovasi total, bahkan kalau perlu memperbanyak tugu pembatas agar terlihat lebih layak dan membanggakan,” ujarnya.
Menurut sejumlah warga, keberadaan tugu perbatasan bukan sekadar bangunan pelengkap, melainkan bagian dari citra daerah yang pertama kali dilihat masyarakat maupun tamu dari luar wilayah. Kondisi tugu yang terbengkalai dinilai menciptakan kesan kurang seriusnya perhatian pemerintah terhadap aspek estetika dan identitas kawasan.
Masyarakat kini berharap Pemerintah Kabupaten Tangerang dan Pemerintah Kota Tangerang tidak hanya fokus pada pembangunan fisik berskala besar, tetapi juga memberi perhatian terhadap detail-detail simbolik yang mencerminkan kebanggaan daerah.
“Jangan sampai daerah dengan PAD besar justru memiliki wajah perbatasan yang tampak kumuh, usang, dan tertinggal dari semangat pembangunan yang selama ini digaungkan,” tegas warga. (Ronny.R)
EkspresiBanten.id Partisipatif, Informatif & Aktif Berbagi Berita
