Kota Tangerang —Ekspresi Banten, kebudayaan kembali terasa kuat di Kota Tangerang. Rangkaian Kirab Budaya & Ruwat Bumi 2026 yang digelar dalam rangka memperingati Sejit Yang Maha Suci (YMS) Tjie Thien Ta Sen sekaligus HUT Kelenteng Tjie Thien Ta Sen Bio ke-43, menghadirkan perpaduan tradisi, ritual keagamaan, serta nilai-nilai kebersamaan masyarakat.
Kegiatan yang dipusatkan di kawasan Kelenteng Tjie Thien Ta Sen Bio, Pintu Air Timur, Kota Tangerang, ini bukan sekadar seremoni tahunan. Lebih dari itu, rangkaian perayaan tersebut menjadi ruang untuk menjaga kesinambungan tradisi sekaligus memperlihatkan wajah Kota Tangerang sebagai ruang hidup masyarakat yang memiliki keragaman budaya.
Pada Kamis, 24 September 2026 atau 14 Pwe Gwee 2577 Imlek, rangkaian kegiatan berlangsung sejak pagi hingga tengah malam.
Agenda diawali pada 09.00–17.00 WIB melalui Liang Huang Bao Chan di lantai tiga, yakni prosesi pertobatan Kaisar Liang. Selanjutnya, pada 12.00–20.00 WIB, masyarakat dan umat mengikuti Cia Peng An.
Rangkaian kemudian ditutup dengan Peribadatan Sembahyang Bersama pada pukul 22.00–24.00 WIB, sebagai bagian dari persiapan menyambut puncak peringatan Sejit YMS Tjie Thien Ta Sen dan HUT ke-43 Kelenteng Tjie Thien Ta Sen Bio.
Secara keseluruhan, Kirab Budaya & Ruwat Bumi 2026 dijadwalkan berlangsung selama lima hari, 23–27 September 2026, dengan puncak kirab budaya pada Minggu, 27 September 2026. Pemerintah Kota Tangerang menyebut kegiatan tersebut memiliki nilai historis, sosial dan edukatif, sekaligus menjadi bagian dari upaya pelestarian tradisi dan kearifan lokal.
Tradisi yang Menjadi Ruang Pertemuan
Di tengah dinamika kota yang terus berkembang, keberadaan tradisi memiliki posisi penting sebagai pengikat memori kolektif masyarakat. Kirab Budaya & Ruwat Bumi menjadi salah satu ruang di mana warisan budaya tidak hanya dipertahankan sebagai simbol masa lalu, tetapi juga diperkenalkan kepada generasi baru.
Penyelenggaraan kegiatan ini juga memperlihatkan bahwa keberagaman budaya dapat menjadi energi sosial yang memperkuat interaksi dan kebersamaan warga.
Pemkot Tangerang sebelumnya menyatakan dukungannya terhadap kegiatan tersebut sebagai bagian dari pelestarian tradisi multikultural yang hidup di tengah masyarakat. Selain memiliki dimensi budaya, agenda ini juga dipandang dapat memperkuat daya tarik wisata dan memperkaya khazanah seni budaya lokal.
Dengan demikian, Kirab Budaya & Ruwat Bumi 2026 tidak semata-mata berbicara tentang kemeriahan sebuah perayaan. Ia juga merefleksikan bagaimana sebuah kota menjaga akar budayanya sembari terus bergerak menuju masa depan.
Tangerang merawat tradisi, keberagaman menjadi kekuatan, dan kebudayaan menjadi jembatan yang mempertemukan masyarakat dalam semangat kebersamaan.
Wartawan: Suhendi
Editor: Ronny.R
EkspresiBanten.id Partisipatif, Informatif & Aktif Berbagi Berita
