Agen pulsa murah

Korsleting di Jatiuwung Bongkar Carut-Marut Kabel: Kelalaian yang Mengancam Nyawa Publik


Tangerang, Ekspresi Banten – Insiden kebakaran yang diduga dipicu korsleting listrik di kawasan pertigaan Jatiuwung, tepatnya di sekitar Jalan M. Toha, membuka tabir persoalan laten yang selama ini terabaikan: semrawutnya instalasi kabel di ruang publik yang dibiarkan tanpa pengawasan dan penertiban yang memadai.

Berdasarkan hasil investigasi lapangan tim wartawan Ekspresi Banten, ditemukan sejumlah kabel yang berserakan di bahu jalan. Kabel-kabel tersebut diduga merupakan milik jaringan listrik dan berbagai provider internet yang terpasang tanpa penataan yang jelas, bahkan cenderung dibiarkan terbengkalai. Kondisi ini bukan hanya merusak estetika kota, tetapi juga berpotensi besar membahayakan keselamatan pengguna jalan.

Fenomena ini mencerminkan adanya kelalaian kolektif—baik dari pihak penyedia layanan maupun otoritas pengawas—yang seolah abai terhadap prinsip dasar keselamatan publik. Kabel-kabel yang menjuntai rendah, melintang tanpa pelindung, hingga tergeletak di tepi jalan menjadi ancaman nyata, terlebih di kawasan dengan mobilitas tinggi seperti Jatiuwung.

Baca Juga:  SONGSONG HUT KOTA TANGERANG Korwil Kecamatan Tangerang, Gelar Lomba Cerdas Cermat, Tingkat Gugus 
Semerawutnya kabel di sepanjang jalan Moh.Toha Kota Tangerang

“Apakah harus menunggu korban berikutnya sebelum dilakukan penertiban?” demikian pertanyaan kritis yang mencuat dari masyarakat sekitar. Kekecewaan publik semakin menguat lantaran kondisi tersebut bukanlah hal baru, melainkan persoalan yang telah berlangsung lama tanpa penanganan konkret.

Dugaan sementara mengarah pada keterlibatan sejumlah provider internet, di antaranya berinisial IND, HM, dan FRS MED. Selain itu, tidak menutup kemungkinan adanya provider ilegal yang turut memasang jaringan tanpa izin resmi, sehingga memperparah kesemrawutan tata kelola kabel di wilayah tersebut.

Lebih jauh, indikasi lemahnya pengawasan dan penegakan regulasi menjadi sorotan tajam. Dalam konteks tata kota modern, keberadaan infrastruktur utilitas semestinya dikelola secara terintegrasi dan tertib, bukan justru menjadi sumber potensi bencana.

Baca Juga:  STQ Kecamatan Tangerang Sukses Cetak Generasi Muda Cinta Al-Qur'an

Masyarakat mendesak Pemerintah Kota Tangerang, khususnya Wali Kota, untuk segera mengambil langkah tegas dengan memanggil seluruh pihak terkait—baik dari unsur penyedia listrik maupun perusahaan provider internet—guna melakukan evaluasi menyeluruh dan penataan ulang jaringan kabel di lapangan.

Penertiban tidak hanya harus bersifat reaktif pascakejadian, tetapi juga menjadi bagian dari kebijakan preventif yang berkelanjutan. Tanpa itu, insiden serupa berpotensi kembali terulang, bahkan dengan dampak yang lebih besar.

Kota yang maju bukan hanya diukur dari pembangunan fisik semata, tetapi juga dari kemampuannya menjamin keselamatan warganya. Jika pembiaran ini terus berlangsung, maka yang dipertaruhkan bukan sekadar estetika kota, melainkan nyawa manusia.

Reporter: Suhendi

Editor: Ronny.R


Baca Juga

Kinerja Polsek Sepatan Dinilai Lelet Oleh Pelapor

EKSPRESIBANTEN.ID, KOTA TANGERANG—Kinerja Polsek Sepatan dinilai lamban oleh seorang pelapor bernama Eka Widya. Laporan dugaan …

Agen pulsa murah