Agen pulsa murah

Polisi Bongkar Aksi Brutal Geng Jalanan di Cibodas, 13 Pelaku Diamankan, Teror Kekerasan Remaja Kembali Disorot


Kota Tangerang – Ekspresi Banten, Wajah kelam kriminalitas jalanan kembali mencoreng rasa aman masyarakat Kota Tangerang. Aksi brutal yang melibatkan sekelompok pemuda bersenjata tajam terhadap seorang pelajar di kawasan Cibodas berhasil diungkap aparat kepolisian. Dalam operasi pengungkapan yang dilakukan secara intensif, jajaran Polsek Jatiuwung berhasil mengamankan 13 orang yang diduga terlibat dalam tindak pengeroyokan, penganiayaan berat, hingga dugaan pencurian dengan kekerasan terhadap korban.

Peristiwa yang terjadi pada Selasa (9/6/2026) sekitar pukul 05.05 WIB di Jalan Dipati Unus, Kelurahan Cibodas, Kecamatan Cibodas, tersebut menjadi alarm serius atas semakin mengkhawatirkannya fenomena kekerasan jalanan yang melibatkan kelompok remaja dan komunitas yang terorganisir melalui media sosial.

Korban, Karim Permadi (16), seorang pelajar, saat itu tengah dalam perjalanan pulang bersama sejumlah rekannya usai berkumpul di rumah teman mereka. Namun perjalanan yang semestinya berakhir biasa justru berubah menjadi mimpi buruk ketika rombongan korban dihadang oleh sekelompok orang tak dikenal yang memepet kendaraan mereka di tengah jalan.

Baca Juga:  Pohon Besar Tumbang Timpa Mobil Pick Up Hingga Ringsek

Kapolsek Jatiuwung, Kompol Rabiin, menjelaskan bahwa para pelaku memaksa korban dan rekan-rekannya turun dari sepeda motor sebelum melancarkan aksi kekerasan secara membabi buta.

“Korban langsung menjadi sasaran penganiayaan hingga mengalami luka sobek di bagian kepala akibat serangan senjata tajam,” ungkapnya.

Merespons laporan tersebut, Unit Reskrim Polsek Jatiuwung bergerak cepat melakukan serangkaian penyelidikan. Berbekal keterangan para saksi, rekaman CCTV, serta penelusuran terhadap kelompok yang diduga terlibat, polisi akhirnya berhasil mengidentifikasi dan menangkap 13 orang terduga pelaku.

Dari tangan para pelaku, petugas menyita sejumlah barang bukti berupa berbagai jenis senjata tajam, pakaian yang digunakan saat kejadian, telepon genggam, serta dokumen hasil visum korban yang memperkuat unsur pidana dalam perkara tersebut.

Lebih jauh, hasil pemeriksaan sementara mengungkap fakta yang cukup mengkhawatirkan. Kelompok tersebut diduga memiliki pola komunikasi yang terstruktur melalui akun media sosial tertentu yang digunakan sebagai sarana koordinasi, perekrutan, hingga mobilisasi anggota.

Baca Juga:  Asrama Polisi di Ciledug Kebakaran

Polisi mengidentifikasi adanya pembagian peran yang jelas di antara para pelaku. Beberapa berperan sebagai pelaku utama pembacokan, pembawa senjata tajam, pengendara atau joki kendaraan, hingga administrator akun media sosial yang diduga menjadi pusat komunikasi kelompok tersebut. Sementara itu, satu orang lainnya masih berstatus Daftar Pencarian Orang (DPO) dan terus diburu aparat.

Kapolres Metro Tangerang Kota, Kombes Pol Dr. Raden Muhammad Jauhari, menegaskan bahwa kepolisian tidak akan memberikan ruang sedikit pun bagi kelompok-kelompok yang menjadikan jalanan sebagai arena kekerasan dan intimidasi.

“Kami akan menindak tegas setiap bentuk kekerasan yang mengancam keselamatan masyarakat, terlebih yang melibatkan senjata tajam dan menyasar anak-anak maupun pelajar. Tidak ada toleransi bagi pelaku kriminalitas jalanan,” tegasnya.

Kasus ini tidak hanya menjadi persoalan hukum semata, tetapi juga mencerminkan tantangan sosial yang semakin kompleks di era digital. Ketika media sosial tidak lagi sekadar menjadi ruang interaksi, melainkan berpotensi dimanfaatkan sebagai alat konsolidasi kelompok-kelompok berperilaku menyimpang, maka pengawasan keluarga, pendidikan karakter, serta penguatan kontrol sosial menjadi kebutuhan yang tidak dapat ditawar.

Baca Juga:  Lahan Fasos Fasum di Buaran Indah Diduga Disewakan Ke Para Pedagang

Kapolres juga mengingatkan para orang tua agar meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas anak-anak, khususnya pada malam hingga dini hari. Sebab, pencegahan tetap menjadi benteng pertama dalam memutus mata rantai kenakalan remaja yang berujung pada tindak kriminal.

Pengungkapan kasus ini sekaligus menjadi pesan tegas bahwa negara tidak boleh kalah oleh aksi premanisme dan kekerasan jalanan. Di tengah upaya menjaga keamanan publik, sinergi antara aparat, keluarga, sekolah, dan masyarakat menjadi kunci utama agar generasi muda tidak terseret ke dalam lingkaran kekerasan yang merusak masa depan mereka sendiri.

Wartawan: Dimas

Editor: Ronny.R


Baca Juga

Kinerja Polsek Sepatan Dinilai Lelet Oleh Pelapor

EKSPRESIBANTEN.ID, KOTA TANGERANG—Kinerja Polsek Sepatan dinilai lamban oleh seorang pelapor bernama Eka Widya. Laporan dugaan …

Agen pulsa murah