Agen pulsa murah

Peristiwa Penusukan Perawat di Klinik Perawatan Total Persada Terungkap, Polisi Dalami Kondisi Kejiwaan Pelaku


Kota Tangerang – Ekspresi Banten, Kasus penusukan terhadap seorang perempuan muda yang sempat menggegerkan warga pada Sabtu (30/5/2026) sore akhirnya mulai menemui titik terang. Berdasarkan keterangan resmi pihak kepolisian, insiden berdarah tersebut dipastikan terjadi di kawasan Perumahan Total Persada, Kecamatan Periuk, Kota Tangerang, dan bukan di wilayah Pasar Kemis sebagaimana informasi awal yang beredar luas di media sosial.

Korban diketahui merupakan seorang tenaga kesehatan yang bekerja sebagai perawat di sebuah klinik perawatan di lokasi kejadian. Sementara pelaku berinisial MA, ternyata bukan kekasih korban sebagaimana rumor yang sempat berkembang, melainkan seorang pasien yang datang untuk menjalani perawatan medis.

Dari hasil pendalaman sementara, peristiwa bermula ketika pelaku mendatangi klinik untuk melakukan tindakan pembersihan karang gigi. Setelah proses perawatan selesai, pelaku meminta izin menggunakan toilet dan kemudian diantar oleh korban.

Baca Juga:  Sachrudin Serahkan Klaim Asuransi Pohon Tumbang Senilai Rp237,6 Juta

Namun situasi mendadak berubah mencekam sesaat setelah pelaku keluar dari kamar mandi. Pelaku memanggil korban dengan dalih ingin menyampaikan sesuatu. Ketika korban mendekat tanpa rasa curiga, pelaku secara tiba-tiba mengeluarkan sebilah pisau dari dalam tas dan langsung melakukan penyerangan brutal.

Akibat aksi tersebut, korban mengalami sejumlah luka tusuk di beberapa bagian tubuh, di antaranya pada tangan, punggung, dan bagian perut. Korban sempat mendapatkan pertolongan pertama dari tenaga medis yang berada di lokasi sebelum akhirnya dilarikan ke RSUD Kabupaten Tangerang guna menjalani perawatan intensif.

Kapolsek Jatiuwung, Kompol Rabiin, mengungkapkan bahwa pelaku diduga memiliki gangguan kejiwaan jenis skizofrenia dan saat ini diketahui sedang menjalani rawat jalan.

Baca Juga:  Motor Korban Kecelakaan dibawa Kabur

Meski demikian, aparat kepolisian masih akan melakukan pendalaman lebih lanjut terkait kondisi psikologis pelaku untuk memastikan unsur pidana maupun aspek kejiwaan yang bersangkutan.

“Pelaku berikut barang bukti sudah diamankan untuk proses penyelidikan lebih lanjut,” ujar Kompol Rabiin.

Peristiwa ini kembali menjadi pengingat serius mengenai pentingnya sistem pengawasan dan deteksi dini terhadap individu dengan gangguan kejiwaan yang berpotensi membahayakan diri sendiri maupun orang lain, terutama di ruang-ruang pelayanan publik dan fasilitas kesehatan.

Wartawan: Suhendi

Editor: Ronny.R


Baca Juga

Kinerja Polsek Sepatan Dinilai Lelet Oleh Pelapor

EKSPRESIBANTEN.ID, KOTA TANGERANG—Kinerja Polsek Sepatan dinilai lamban oleh seorang pelapor bernama Eka Widya. Laporan dugaan …

Agen pulsa murah