Tangerang-Ekspresi Banten, Hasyim Asy’ari merupakan sosok ulama besar yang jejak pengabdian dan pemikirannya melampaui zamannya. Penghormatan terhadap beliau diwujudkan melalui penamaan sejumlah ruas jalan di kawasan Ciledug, Pinang, dan Cipondoh, sebagai simbol pengakuan atas kontribusi monumental beliau bagi keislaman dan kebangsaan Indonesia.
Lahir sebagai ulama dengan kedalaman ilmu dan keteguhan prinsip, KH Hasyim Asy’ari mendirikan Pondok Pesantren Tebu Ireng di Jombang, Jawa Timur. Pesantren ini berkembang menjadi pusat pendidikan Islam berpengaruh yang tidak hanya mencetak santri berwawasan keilmuan klasik dan modern, tetapi juga menanamkan nilai akhlak, nasionalisme, dan moderasi beragama. Tebu Ireng menjadi kawah candradimuka lahirnya banyak tokoh bangsa yang berperan strategis dalam berbagai bidang.
Peran historis paling krusial KH Hasyim Asy’ari tercatat pada tahun 1926, saat beliau menjadi tokoh sentral dalam pendirian Nahdlatul Ulama (NU). Organisasi ini dibangun sebagai benteng tradisi Ahlussunnah wal Jama’ah, sekaligus kekuatan moral dan sosial yang menjembatani ajaran Islam dengan realitas kebangsaan. Pemikiran beliau menegaskan bahwa cinta tanah air merupakan bagian dari tanggung jawab keagamaan, sebuah gagasan yang kemudian mengakar kuat dalam perjalanan NU dan kehidupan berbangsa.
Penamaan jalan atas nama KH Hasyim Asy’ari bukan sekadar bentuk memorialisasi, melainkan peneguhan nilai. Ia menjadi pengingat bahwa kemajuan bangsa bertumpu pada ilmu, kebijaksanaan ulama, dan komitmen menjaga persatuan. Warisan intelektual dan spiritual KH Hasyim Asy’ari terus hidup, menjadi rujukan moral dalam merawat Islam yang damai dan Indonesia yang berdaulat. (RONNY)
EkspresiBanten.id Partisipatif, Informatif & Aktif Berbagi Berita
