TANGERANG, EKSPRESIBANTEN.ID — Apa yang sebetulnya terjadi ketika Allah SWT memerintahkan Nabi Ibrahim menyembelih putranya sendiri, Ismail, yang sangat disayanginya? Apakah mungkin Tuhan sekejam itu? Namun yang sangat menakjubkan adalah Ismail begitu pasrah dan ikhlas menghadapi perintah Allah SWT kepada ayahnya. Fenomena itu menjelaskan satu hal: keikhlasan menerima dan menjalankan perintah Allah SWT.
Ibrahim dan Ismail telah membuktikan keikhlasan tersebut, dan keduanya telah meraih ganjaran yang mulia. Sesaat mata pisau Ibrahim hampir menyentuh kulit Ismail, seketika itu Allah SWT mengirimkan domba sebagai ganti qurban tersebut. Ismail selamat, Ibrahim pun lulus ujian.
Hal tersebut dikatakan Irham Zuhri Lubis selaku Ketua Panitia Qurban Masjid Al – Istiqomah yang juga diamanah sebagai Ketua RW 02 saat penyembelihan hewan qurban di halaman Masjid Al – Istiqomah, Perumahan Pondok Arum, Blok A9, RT 03 – RW 02, Kelurahan Nambo Jaya, Kecamatan Karawaci, Kota Tangerang, Kamis (29/06/2023).
“Ayah dan anak itu terpilih sebagai nabi-nabi yang memiliki kedudukan tinggi. Ujian keikhlasan itu pula yang Allah SWT berikan kepada umat Islam lewat Idul Adha (hari raya kurban). Allah berfirman, Sesungguhnya Kami telah memberimu nikmat yang melimpah. Maka dirikanlah shalat karena Tuhanmu, dan berkorbanlah. (QS Al Kautsar: 1-2),” urainya.
Lebih lanjut Irham Zuhri Lubis menambahkan bahwa dalam ayat yang lain, Allah menyatakan, Dan bagi setiap umat telah Kami syariatkan penyembelihan (qurban) agar mereka menyebut nama Allah terhadap binatang ternak yang telah direzekikan Allah kepada mereka. Tuhanmu adalah Tuhan Yang Mahaesa. Karena itu, berserah dirilah kamu kepada-Nya, dan berilah kabar gembira kepada orang yang tunduk patuh (kepada Allah). (QS Al Hajj: 34).
“Mengenai keutamaan berqurban dijelaskan dalam sebuah hadis Nabi Muhammad yang diriwayatkan oleh Tirmidzi, Ibnu Majah, dan Hakim, sebagai berikut, “Tidak ada suatu amalan yang paling dicintai oleh Allah dari Bani Adam ketika hari raya Idul Adha selain menyembelih hewan kurban. Sesungguhnya hewan itu akan datang pada hari kiamat (sebagai saksi) dengan tanduk, bulu, dan kakinya,” imbuhnya.
Di sisi lain, sambung Irham, ada kelompok masyarakat yang hidup berkecukupan. Bahkan, mereka mempunyai kelebihan uang maupun bahan makanan. Mereka memiliki pendapatan yang melebihi keperluan, dan pasti bisa disisihkan sebagian. Terhadap merekalah, Allah mengirimkan perintah berkurban. Walaupun berkurban ini hukumnya sunah muakkad (pekerjaan sunah yang sangat dianjurkan), qurban merupakan amalan utama yang biasa dilakukan oleh Nabi SAW, para sahabat, dan orang-orang saleh.
“Syariat berkurban adalah ujian Allah terhadap keikhlasan hamba-hamba-Nya dalam menjalankan perintah. Mampukah sang hamba melawan hawa nafsu kekikiran dan ketamakan dalam dirinya? Dan, bisakah sang hamba mendidik dirinya untuk selalu mensyukuri karunia rezeki yang telah diterimanya? Itulah yang bernama takwa, dan ketakwaan itulah yang dapat membawa seorang hamba kepada keridhoan Allah SWT,” pungkas Irham Zuhri Lubis. (agusatma)
EkspresiBanten.id Partisipatif, Informatif & Aktif Berbagi Berita

