EKSPRESIBANTEN.ID, KOTA TANGERANG – Ketua Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia (PBVSI) Provinsi Banten, Ngadino mengungkapkan kekecawaannya kepada Pemerintah Kota Tangerang, yang tidak sedikitpun mensupport Liga Voli Divisi Utama 2025.
“Livoli Divisi Utama 2025 ini merupakan laga bergengsi tingkat nasional. Kota Tangerang menjadi tuan rumah dalam. Namun, Pemerintah Kota Tangerang tidak sedikitpun memberikan support agar acara tersebut dapat berjalan dengan lancar,” ungkap Ngadino.
Menurut Ngadino, sebagai tuan rumah dalam Livoli Divisi Utama 2025, seharusnya menjadi kebanggaan Pemerintah Kota Tangerang yang telah diberikan kepercayaan dalam menyelenggarakan kegiatan tersebut.
“Harusnya Pemerintah Kota Tangerang Bangga telah diberi kesempatan untuk menjadi tuan rumah dalam Livoli Divisi Utama 2025. Pemkot seharusnya dapat mensupport kegiatan ini, meskipun tidak menggunakan APBD Kota Tangerang,” ujarnya.
Dijelaskan Ngadino, sebelumnya, dirinya telah melakukan komunikasi dengan Wakil Walikota Tangerang, namun tidak mendapatkan solusi. Tak sampai disitu, Ngadino juga telah mencoba melakukan komunikasi dengan Walikota Tangerang dengan cara bersurat, namun tidak ada tanggapan.
“Support yang dilakukan Pemkot Tangerang tidak harus menggelontorkan APBD dalam liga tersebut. Pemkot Tangerang dalam hal ini Walikota Tangerang cukup memberikan arahan kepada setiap OPD, Kecamatan, hingga kelurahan untuk menonton liga tersebut dengan membeli tiket, misalnya setiap OPD lima orang juga cukup membantu,” terangnya.
Ngadino yang juga sebagai ketua penyelenggara Livoli Divisi Utama 2025 mengungkapkan kekecewaannya terhadap Pemkot Tangerang yang sangat mendalam. Pasalnya, kegiatan tersebut merupakan kegiatan yang dinilai dapat mengharumkan nama Kota Tangerang, bukan untuk kepentingan panitia penyelenggara.
“Kegiatan ini merupakan kegiatan positif, membangkitkan semangat pemuda-pemudi yang ada di Kota Tangerang dalam bidang olahraga bola voli, dan bukan untuk kepentingan pribadi panitia penyelenggara,” tegasnya.
Lebih lanjut ia menjelaskan, lantaran Pemkot tidak memberikan support, Ngadino terpaksa membiayai kegiatan tersebut secara pribadi, dengan biaya sewa Gelanggang Olahraga (GOR) Nambo Jaya yang cukup fantastis. Bahkan kata dia, GOR sempat dikunci oleh Dispora Kota Tangerang lantaran belum melunasi biaya sewa.
“Gor sempat dikunci oleh Dispora Kota Tangerang karena belum melunasi biaya sewa selama 15 hari sebesar 84 Juta Rupiah. Karena keterbatasan anggaran, saya dipanggil pihak Dispora untuk menandatangani perjanjian yang telah dibuat oleh Dispora Kota Tangerang. Setiap hari saya cicil bayar retribusi sebesar 10 Juta Rupiah,” pungkasnya.(NGGA)
EkspresiBanten.id Partisipatif, Informatif & Aktif Berbagi Berita
