Agen pulsa murah

Anak Kadindikbud Banten Gagal Lolos SPMB Jalur Akademik, Bukti Sistem Seleksi Berlaku Tanpa Privilege


Tangerang –Ekspresi Banten, Proses Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun 2026 kembali menghadirkan potret menarik mengenai implementasi sistem seleksi pendidikan yang berbasis kompetensi. Kali ini, putra Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Provinsi Banten, Jamaluddin, dipastikan tidak lolos dalam seleksi jalur prestasi akademik pada dua sekolah negeri favorit di Kota Tangerang.

Elvio, siswa SMP Negeri 1 Kota Tangerang, gagal memperoleh kursi di SMAN 2 Kota Tangerang maupun SMAN 7 Kota Tangerang melalui jalur prestasi akademik yang menggabungkan penilaian nilai rapor dan Tes Kemampuan Akademik (TKA).

Jamaluddin menjelaskan bahwa putranya memilih jalur prestasi akademik karena faktor jarak tempat tinggal yang relatif jauh dari sekolah tujuan. Namun, hasil seleksi menunjukkan bahwa nilai yang diperoleh belum mampu bersaing dengan peserta lain yang memiliki akumulasi nilai lebih tinggi.

Baca Juga:  Festival Musik ASIK BANG Memperkuat Semangat Kebangsaan dalam Pencegahan Terorisme

Kondisi tersebut menjadi gambaran bahwa mekanisme SPMB berjalan berdasarkan parameter yang telah ditetapkan, tanpa memberikan ruang bagi perlakuan istimewa, sekalipun peserta merupakan anak pejabat di lingkungan pendidikan.

Meski demikian, peluang Elvio untuk menempuh pendidikan di sekolah negeri belum sepenuhnya tertutup. Ia masih memiliki kesempatan mengikuti jalur prestasi nonakademik yang dibuka pada 2–3 Juli 2026 dengan mengandalkan rekam jejak prestasi di bidang olahraga.

Menurut Jamaluddin, putranya memiliki sederet prestasi membanggakan di cabang olahraga basket. Elvio tercatat telah meraih gelar juara pertama tingkat Kota Tangerang sebanyak lima hingga enam kali, yang diharapkan dapat menjadi modal dalam seleksi jalur nonakademik.

Di sisi lain, Jamaluddin mengungkapkan bahwa putranya mulai merasa pesimistis dapat diterima di sekolah negeri. Sebagai bentuk antisipasi agar pendidikan anaknya tidak terhambat, pihak keluarga juga telah menyiapkan opsi dengan mendaftarkan Elvio ke salah satu sekolah swasta.

Baca Juga:  AKTIVIS UMAR ATMAJA : JIKA MAJELIS KODE ETIK BELUM DIBENTUK, SIAPA YANG “BUTA ATURAN”, WALI KOTA ATAU SEKDA KOTA TANGERANG?

Peristiwa ini sekaligus menjadi refleksi bahwa persaingan masuk sekolah negeri semakin kompetitif. Di tengah keterbatasan daya tampung, orang tua dituntut menyiapkan berbagai alternatif pendidikan, sementara sistem seleksi diharapkan terus menjunjung tinggi prinsip objektivitas, transparansi, dan keadilan bagi seluruh peserta tanpa memandang latar belakang maupun status sosial.(Red)


Baca Juga

Diduga Lewat Masa Kontrak, Pembangunan GOR Kota Serang Masih Berlangsung

SERANG, EKSPRESIBANTEN.ID — Pembangunan gedung olahraga (GOR) Kota Serang yang dikerjakan CV Dwi Perkasa dengan …

Agen pulsa murah