Agen pulsa murah

71 Ormas dan 20 OKP Bersatu di GOR Nambo, Sachrudin: Persatuan Bukan Sekadar Slogan, Melainkan Energi Pembangunan


TANGERANG — Ekspresi Banten, Di tengah masyarakat yang semakin kompleks dan beragam, persatuan tidak cukup dipahami sebagai slogan yang diulang dalam seremoni kebangsaan. Persatuan harus hadir sebagai kesadaran kolektif yang mampu menjembatani perbedaan, mengelola keberagaman, sekaligus menggerakkan seluruh elemen masyarakat untuk mengambil bagian dalam pembangunan.

Semangat itulah yang mengemuka dalam Silaturahmi Kebangsaan yang digelar Pemerintah Kota Tangerang melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) di GOR Nambo, Kelurahan Nambo Jaya, Kecamatan Karawaci, Sabtu (15/8/2026).

Forum tersebut mempertemukan 71 organisasi kemasyarakatan dan keagamaan serta 20 organisasi kepemudaan (OKP), bersama tokoh agama, tokoh masyarakat, dan tokoh budaya se-Kota Tangerang. Kegiatan diawali dengan Doa Kebangsaan dan pengucapan Ikrar Kebangsaan sebagai simbol komitmen bersama merawat persaudaraan, kedamaian, serta keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Bagi Wali Kota Tangerang Sachrudin, perjumpaan berbagai kelompok masyarakat dalam satu ruang bukan sekadar agenda silaturahmi. Ia melihatnya sebagai manifestasi konkret dari semangat kebangsaan yang semestinya terus dirawat dalam kehidupan bermasyarakat.

Baca Juga:  Helmi Halim Siap Tarung di Perhelatan Pilkada Kota Tangerang 2024

“Ini adalah hari yang mengharukan bagi kita semua, di mana seluruh elemen bangsa di Kota Tangerang bersatu untuk membangun Indonesia dari Kota Tangerang. Suasana persatuan inilah yang sangat dirindukan oleh para pejuang kemerdekaan kita terdahulu,” ujar Sachrudin.

Menurutnya, keberagaman merupakan realitas sosial yang tidak dapat dihindari. Justru karena itulah, kemampuan untuk hidup berdampingan, saling menghormati, dan membangun komunikasi menjadi fondasi penting bagi keberlangsungan pembangunan.

Sachrudin menyebut Kota Tangerang sebagai miniatur Indonesia, sebuah ruang sosial yang dihuni masyarakat dengan latar belakang suku, agama, profesi, dan identitas organisasi yang beragam.

Dalam konteks tersebut, perbedaan tidak semestinya ditempatkan sebagai garis pemisah, melainkan sebagai modal sosial yang memperkaya kehidupan bersama.

“Untuk mengatasi masalah, apa pun kuncinya adalah silaturahmi. Kota Tangerang ini adalah miniatur Indonesia, dan dengan keberagamannya kita bisa terus hidup bersama-sama secara harmonis,” katanya.

Dari Silaturahmi Menuju Kolaborasi

Sachrudin menegaskan bahwa pembangunan kota tidak mungkin hanya bertumpu pada kapasitas pemerintah. Kompleksitas persoalan perkotaan membutuhkan partisipasi masyarakat sipil, organisasi kemasyarakatan, organisasi kepemudaan, dunia usaha, tokoh agama, hingga unsur lainnya.

Baca Juga:  Galian PLN di Wilayah Cipondoh Dikeluhkan Pejalan Kaki dan Diduga Belum Kantongi Izin

Karena itu, ia mendorong semangat kolaborasi pentahelix agar setiap unsur memiliki ruang untuk berkontribusi sesuai kapasitas dan tanggung jawabnya.

“Bangsa ini dibangun oleh kebersamaan. Oleh karena itu, kebersamaan ini jangan pernah hilang,” tegasnya.

Pesan tersebut menjadi relevan menjelang peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Kemerdekaan, dalam perspektif pembangunan daerah, tidak berhenti pada kemampuan mempertahankan kedaulatan, tetapi juga diwujudkan melalui kemampuan masyarakat menjaga kohesi sosial dan menghadirkan kehidupan yang damai.

Kepala Kesbangpol Kota Tangerang Wawan Fauzi mengatakan, Silaturahmi Kebangsaan sengaja dirancang sebagai ruang dialog sekaligus wadah kolaborasi antarelemen organisasi di Kota Tangerang.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin memastikan bahwa seluruh elemen masyarakat, baik ormas keagamaan maupun organisasi kepemudaan, memiliki pemahaman dan komitmen yang sama dalam menjaga iklim yang kondusif, aman dan toleran di Kota Tangerang,” ujarnya.

Baca Juga:  Kota Tangerang dan Kota Yantai Cina Sepakat Jadi Sister City

Sementara itu, Ketua Pelaksana kegiatan Saiful Basri menilai kehadiran 71 Ormas dan 20 OKP menunjukkan bahwa masyarakat sipil memiliki posisi strategis dalam menjaga ketertiban dan kedamaian kota.

Ia berharap ikrar yang diucapkan bersama tidak berhenti sebagai simbol, tetapi diterjemahkan menjadi tindakan nyata dalam kehidupan sosial.

“Ajang Silaturahmi Kebangsaan ini menjadi wadah perekat persaudaraan sekaligus wujud kesiapan elemen masyarakat sipil dan pemuda dalam menjaga kedamaian serta ketertiban kota kita tercinta,” kata Saiful.

Silaturahmi Kebangsaan di GOR Nambo pada akhirnya menghadirkan satu pesan sederhana namun fundamental: kota yang maju bukan hanya dibangun oleh infrastruktur dan kebijakan, tetapi juga oleh kualitas relasi sosial masyarakatnya.

Di tengah keberagaman Kota Tangerang, persatuan menjadi modal sosial yang nilainya jauh melampaui kepentingan sektoral. Ketika perbedaan mampu dikelola menjadi kekuatan kolektif, maka pembangunan tidak lagi sekadar pekerjaan pemerintah, melainkan menjadi proyek bersama seluruh warga. (RR)


Baca Juga

Kinerja Polsek Sepatan Dinilai Lelet Oleh Pelapor

EKSPRESIBANTEN.ID, KOTA TANGERANG—Kinerja Polsek Sepatan dinilai lamban oleh seorang pelapor bernama Eka Widya. Laporan dugaan …

Agen pulsa murah