Agen pulsa murah

“Dirut PDAM Tirta Benteng Diduga Lalai: Kebocoran Pipa Tanpa Notifikasi Resmi Picu Kemarahan Warga Periuk Jaya”


Kota Tangerang — Ekspresi Banten, Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Benteng kembali menjadi sorotan publik setelah warga Perumahan Periuk Jaya Permai mengalami mati air berkepanjangan terindikasi tanpa pemberitahuan resmi. Situasi ini kian memantik kritik keras, terutama lantaran Direktur Utama PDAM Tirta Benteng, Doddy Effendi, dinilai “seolah tertidur pulas” dan tidak mengetahui kondisi darurat yang menimpa pelanggan di wilayah tersebut.

Gangguan distribusi air ini diduga dipicu kebocoran pipa utama yang berada tepat di depan Jalan Raya Arya Kemuning. Berdasarkan informasi dari para pekerja di lapangan, proses perbaikan berlangsung sejak pukul 19.00 hingga 07.00, namun hingga pagi hari aliran air belum juga kembali normal. Ironisnya, warga yang selama ini sudah dibebani tarif abodemen tinggi justru tidak mendapatkan pelayanan yang sepadan, bahkan tidak menerima pengumuman resmi terkait gangguan tersebut.

Baca Juga:  Pasca Pelantikan 183 Pejabat Pemkot Tangerang, Ketua LSM GP2B : Kami Skeptis Atas Pernyataan Walikota !

Dugaan ketiadaan informasi ini mencerminkan lemahnya sistem komunikasi publik PDAM, sekaligus memperlihatkan buruknya manajemen perawatan jaringan perpipaan. Kondisi tersebut menegaskan bahwa PDAM Tirta Benteng masih tertinggal dalam aspek respons cepat, transparansi, maupun perlindungan konsumen.

Warga berbondong bondong antri untuk mengambil air di masjid al-muhajirin di lingkungan perumahan Periuk Jaya Permai

Salah satu warga, Rusdiyanto, mengungkapkan kekecewaan mendalam atas matinya air di Perumahan Periuk Jaya Permai. Ia menilai kejadian ini tidak hanya merugikan konsumsi rumah tangga, namun juga mengganggu aktivitas dasar masyarakat.

“Dengan anggaran pemeliharaan yang begitu besar, sangat disayangkan jika kebocoran seperti ini selalu berulang. Kami menduga ada permainan atau ketidaktertiban dalam pengelolaan dana pemeliharaan,” ujarnya.

Keberlanjutan problem teknis seperti kebocoran, lambannya penanganan, hingga minimnya informasi resmi, menjadi indikator bahwa PDAM Tirta Benteng perlu melakukan reformasi internal secara menyeluruh. Publik menuntut kepemimpinan yang sigap, transparan, serta mampu memberikan jaminan pelayanan air bersih yang layak—bukan sekadar retorika birokratis.

Baca Juga:  Warga Periuk Keluhkan Air PDAM Keruh dan Kuning, PDAM Tirta Benteng Diduga Lemah dalam Pengawasan

Kasus mati air di Perumahan Periuk Jaya Permai ini kembali menegaskan bahwa kepercayaan masyarakat terhadap PDAM Tirta Benteng berada pada titik kritis. Tanpa langkah konkret dan pembenahan struktural, perusahaan daerah tersebut berpotensi kehilangan legitimasi sebagai institusi layanan publik yang seharusnya menjadi garda terdepan pemenuhan kebutuhan dasar warga Kota Tangerang. (Ronny)


Baca Juga

Kinerja Polsek Sepatan Dinilai Lelet Oleh Pelapor

EKSPRESIBANTEN.ID, KOTA TANGERANG—Kinerja Polsek Sepatan dinilai lamban oleh seorang pelapor bernama Eka Widya. Laporan dugaan …

Agen pulsa murah