Kota Tangerang — Ekspresi Banten, Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Benteng kembali menjadi sorotan publik setelah warga Perumahan Periuk Jaya Permai mengalami mati air berkepanjangan terindikasi tanpa pemberitahuan resmi. Situasi ini kian memantik kritik keras, terutama lantaran Direktur Utama PDAM Tirta Benteng, Doddy Effendi, dinilai “seolah tertidur pulas” dan tidak mengetahui kondisi darurat yang menimpa pelanggan di wilayah tersebut.
Gangguan distribusi air ini diduga dipicu kebocoran pipa utama yang berada tepat di depan Jalan Raya Arya Kemuning. Berdasarkan informasi dari para pekerja di lapangan, proses perbaikan berlangsung sejak pukul 19.00 hingga 07.00, namun hingga pagi hari aliran air belum juga kembali normal. Ironisnya, warga yang selama ini sudah dibebani tarif abodemen tinggi justru tidak mendapatkan pelayanan yang sepadan, bahkan tidak menerima pengumuman resmi terkait gangguan tersebut.
Dugaan ketiadaan informasi ini mencerminkan lemahnya sistem komunikasi publik PDAM, sekaligus memperlihatkan buruknya manajemen perawatan jaringan perpipaan. Kondisi tersebut menegaskan bahwa PDAM Tirta Benteng masih tertinggal dalam aspek respons cepat, transparansi, maupun perlindungan konsumen.

Salah satu warga, Rusdiyanto, mengungkapkan kekecewaan mendalam atas matinya air di Perumahan Periuk Jaya Permai. Ia menilai kejadian ini tidak hanya merugikan konsumsi rumah tangga, namun juga mengganggu aktivitas dasar masyarakat.
“Dengan anggaran pemeliharaan yang begitu besar, sangat disayangkan jika kebocoran seperti ini selalu berulang. Kami menduga ada permainan atau ketidaktertiban dalam pengelolaan dana pemeliharaan,” ujarnya.
Keberlanjutan problem teknis seperti kebocoran, lambannya penanganan, hingga minimnya informasi resmi, menjadi indikator bahwa PDAM Tirta Benteng perlu melakukan reformasi internal secara menyeluruh. Publik menuntut kepemimpinan yang sigap, transparan, serta mampu memberikan jaminan pelayanan air bersih yang layak—bukan sekadar retorika birokratis.
Kasus mati air di Perumahan Periuk Jaya Permai ini kembali menegaskan bahwa kepercayaan masyarakat terhadap PDAM Tirta Benteng berada pada titik kritis. Tanpa langkah konkret dan pembenahan struktural, perusahaan daerah tersebut berpotensi kehilangan legitimasi sebagai institusi layanan publik yang seharusnya menjadi garda terdepan pemenuhan kebutuhan dasar warga Kota Tangerang. (Ronny)
EkspresiBanten.id Partisipatif, Informatif & Aktif Berbagi Berita
