Agen pulsa murah

RSUD Kota Tangerang Gelar Sosialisasi dan Edukasi kepada masyarakat pengidap penyakit TBC


Ekspresibanten.id, Kota Tangerang — RSUD Kota Tangerang menggelar sosialisasi dan edukasi pasian penderita Tuberkulosis (TBC), di lantai 4 RSUD Kota Tangerang, Kamis (16/5/2024) siang.

Selain memberikan pemaparan soal penyebab dan cara penularannya, RSUD Kota Tangerang juga memberitahu soal Terapi Pencegahan TBC (TPT).

dr. Amir Ali MHM kabid pelayanan medis RSUD Kota Tangerang saat ditemui usai kegiatan mengatakan, sosialisasi hari ini merupakan program dari komite Promosi Kesehatan Rumah Sakit (PKRS) RSUD Kota Tangerang, tentang sosialisasi dan edukasi tentang TBC dan TPT.

“Penyakit TBC itu dikarenakan adanya bakteri mycobacterium, yang mana penularannya melalui udara. Mulai dari orang batuk, bersin, dan meludah,” ujar dr. Amir.

Baca Juga:  Tugu Perbatasan Kabupaten Tangerang–Kota Tangerang Dinilai Tak Layak, Warga Desak Renovasi Total
dr. Amir Ali MHM sisi kanan.

Lanjut dr  Amir, edukasi ini tujuannya untuk mencegah penularan agar penularannya tidak melebar. Diharap jangan sampai menularkan kepada lingkungan keluarganya maupun orang lainnya.

“Untuk penyembuhan pasien-pasien TBC itu sudah mudah, bisa di puskesmas dan di rumah sakit. Di puskesmas itu ada yang namanya program Obat Anti Tuberculosis (OAT), bisa diberikan terapi selama 6 bulan,” Imbuhnya.

Kata dr. Amir, penyakit TBC ini bisa sembuh total tergantung kepada mereka pengidap penyakit TBC, dengan mengikuti arahan atau aturan dokter dengan minum obat tiap hari, dan menjaga daya tahan tubuh.

” Menjaga dayan tahan tubuh bisa dilakukan dengan makan makanan yang sehat dan bergizi. Yang kedua kita harus berolahraga, dan ketika batuk harus kita tutup bisa dengan tisu, tidak meludah sembarangan,”terangnya.

Baca Juga:  KUKERTA UIN Banten dan Kelurahan Cigoong Gelar Eksperimen Pembuatan Sabun dari Limbah Tahu

Untuk diketahui, Indonesia masuk dalam urutan kedua pengidap TBC, dengan jumlah 842.000 dan dari jumlah tersebut baru 60 persennya yang dilaporkan ke Kementerian Kesehatan. Sementara 40 persennya sebanyak 336.800 kasus TBC belum berobat. Adapun jumlah angka kematian perhari akibat TBC di indonesia mencapai 300 orang.

Dijelaskan dr. Amir, untuk menekan angka kematian akibat TBC masyarakat wajib tau ciri- ciri awal penyakitnya, adapun indikasi TBC berawal dari batuk yang tidak lekas sembuh, meskipun sudah berobat selama 2 minggu.

“Dengan begitu perlu dilakukan pemeriksaan dahak di laboratorium. Selain batuk, ciri ciri TBC ini badan pasti demam, berat badan yang terus menurun, dan malam susah tidur dengan berkeringat lantaran adanya kuman yang membuat pengidap TBC batuk terus menerus. Makanya untuk pengidap TBC setiap hari harus menggunakan masker karena penularannya melalui udara,”pungkasnya.(adv)


Baca Juga

Diduga Lewat Masa Kontrak, Pembangunan GOR Kota Serang Masih Berlangsung

SERANG, EKSPRESIBANTEN.ID — Pembangunan gedung olahraga (GOR) Kota Serang yang dikerjakan CV Dwi Perkasa dengan …

Agen pulsa murah