Kab. Tangerang (EBI) – Awas! Masyarakat harus waspada dengan adanya isu penculikan anak di media sosial ataupun akun tik tok. Kali ini terjadi di Desa Mekar Jaya, Kecamatan Sepatan Induk, tepatnya di RT 01/04 telah terjadi dugaan penculikan anak, Senin (23/01/2023)
Menurut Dwi Santoso selaku Babinsa Desa Mekar Jaya, kami hanya mendapat laporan dari masyarakat soal adanya dugaan penculikan anak di wilayah kami, yaitu di Kampung Grudug, Desa Mekar Jaya, Kecamatan Sepatan Induk, kami selaku Babinsa hanya menjalankan sesuai prosedural saja.
“Pada intinya kami selalu menghimbau pada masyarakat agar selalu waspada, terkait adanya dugaan penculikan yang baru saja terjadi. Artinya, kita belum bisa untuk menyimpulkan bahwa orang tersebut hendak berbuat jahat karena belum terbukti berdasarkan hukum,” urai Dwi Santoso.
Lebih lanjut dia menegaskan bahwa kami sebagai Babinsa Desa Mekar Jaya bertanggung jawab apa yang warga kami laporkan, dan kami hanya sekedar mengamankan saja agar masyarakat tidak mudah percaya dan terpengaruh oleh dunia medsos maupun tik tok.
“Alhamdulillah kami juga sudah berkoordinasi dengan Pihak Polsek Sepatan untuk menindak lanjuti persoalan ini, dan ini sudah kami serahkan pada anggota Polsek Sepatan,” pungkasnya.
Sementara itu Kholid selaku Ketua RT menambahkan, bahwa sebenarnya itu bukan wilayah saya, akan tetapi ada warga telah melaporkan ke saya, bahwa ada orang yang tidak dikenal dan diduga hendak penculikan anak.
“Ya ketika saya datang ke lokasi warga sudah banyak dan berkerumun, lalu saya cepat untuk berusaha mengamankan orang asing tersebut, dan saya berusaha untuk melerai warga agar jangan terjadi kekerasan secara sepihak,” ungkapnya seraya menghimbau kepada masyarakat jangan mengambil keputusan dengan cara kekerasan yang belum tentu kebenarannya.
Di tempat terpisah, IPDA Andi, Kanit Reskrim Polsek Sepatan saat di hubungi via whatsaap oleh salah satu wartawan Liputan Kota menuturkan bahwa orang tersebut belum tentu terbukti, “Kami menghimbau pada masyarakat jangan terlalu cepat, untuk mengunggah video lewat Whatsapp, Facebook, maupun Tik tok, yang belum tentu kebenarannya,” singkatnya. (din/red)
EkspresiBanten.id Partisipatif, Informatif & Aktif Berbagi Berita
