Jakarta – Ekspresi Banten, Pemerintah Provinsi Banten melalui Badan Penghubung Provinsi Banten secara resmi mengaktifkan kembali operasional Rumah Singgah bagi warga Banten yang tengah menjalani pengobatan di rumah sakit rujukan nasional di Jakarta, pasca perayaan Idul Fitri 1447 H.
Kepala Badan Penghubung Provinsi Banten, Ika Sri Erika, menyampaikan bahwa layanan tersebut kembali dibuka sejak 25 Maret 2026. Hal ini menjadi bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam memastikan keberlanjutan akses layanan kesehatan bagi masyarakat.
“Benar, pertanggal 25 Maret 2026 kemarin Rumah Singgah yang terletak di Gedung Badan Penghubung Provinsi Banten telah beroperasi kembali dan siap menerima pasien warga yang melanjutkan pengobatan kontrol di rumah sakit rujukan nasional Jakarta, serta siap melayani pengantaran ke rumah sakit tujuannya,” ujar Ika Sri Erika di kantor Badan Penghubung Provinsi Banten.
Rumah singgah yang berlokasi di Gedung Badan Penghubung Provinsi Banten ini sebelumnya diresmikan oleh Gubernur Banten, Andra Soni, pada 2 Juni 2025 dalam rangka program 100 hari kerja. Kehadirannya merupakan manifestasi nyata dari kebijakan pro-rakyat yang berorientasi pada pelayanan kesehatan inklusif.
Fasilitas ini diperuntukkan bagi warga Banten yang menjalani perawatan lanjutan di berbagai rumah sakit rujukan nasional di Jakarta, seperti terapi kemoterapi, radioterapi, kontrol rutin, hingga tindakan medis lainnya. Dengan adanya rumah singgah ini, pasien tidak lagi terbebani biaya akomodasi harian maupun kelelahan akibat mobilitas bolak-balik dari daerah asal.
Secara substantif, Rumah Singgah Provinsi Banten menghadirkan layanan yang komprehensif dan tanpa biaya. Pasien dan pendamping mendapatkan fasilitas kamar yang representatif, dilengkapi dengan tempat tidur (springbed), pendingin ruangan (AC), dispenser, serta kebutuhan dasar lainnya. Tak hanya itu, tersedia pula layanan antar-jemput menuju rumah sakit tujuan, serta penyediaan konsumsi berupa makanan siang dan snack setiap harinya.
Kebijakan ini menjadi refleksi kuat dari kehadiran negara dalam menjamin hak kesehatan warganya, khususnya bagi masyarakat yang tengah berjuang melawan penyakit serius. Rumah Singgah Provinsi Banten diharapkan terus menjadi simpul empati dan solidaritas sosial, sekaligus memperkuat akses layanan kesehatan yang berkeadilan bagi seluruh warga Banten di ibu kota. (Ronny)
EkspresiBanten.id Partisipatif, Informatif & Aktif Berbagi Berita
