EB, SERANG – Menyoal peristiwa pengusiran Tim Paskibra Kecamatan Cikeusal pada saat akan melakukan kegiatan pengukuhan yang berlokasi di Bendungan Baru Pamarayan mendapat perhatian dari Kang Jay Darma, Ketua Padepokan Sadulur Sancang Sangiang Sirah yang berlokasi di Kp. Kendu Ranca Leutik Desa Panyabrangan Kecamatan Cikeusal. (Jum’at, 16/8/2024)
Jay Darma, saat ditemui awak media di Padepokannya mengatakan bahwa kejadian pengusiran Tim Paskibra Kecamatan Cikeusal yang dilakukan oleh oknum pegawai UPI Bendungan Baru Pamarayan tersebut sangat mengusik rasa nasionalisme saya sebagai warga negara, dan sangat menyangkan tindakan yang saya anggap tidak terpuji dan tidak pantas dilakukan oleh pegawai yang notabene pegawai pemerintah. Apalagi kejadian ini berada di wilayah saya, karena kediaman dan padepokan saya tidak jauh dari Bendungan Baru Pamarayan. (Sabtu, 17/8/2024).
“Pengusiran Tim Paskibra Kecamatan Cikeusal yang dilakukan oleh oknum pegawai UPI Bendungan Baru Pamarayan tersebut sangat mengusik rasa nasionalisme saya sebagai warga negara, dan sangat menyangkan tindakan yang saya anggap tidak terpuji dan tidak pantas dilakukan oleh pegawai yang notabene pegawai pada instansi pemerintah. Apalagi kejadian ini berada di wilayah saya, karena kediaman dan padepokan saya tidak jauh dari Bendungan Baru Pamarayan.
Lebih lanjut Kang Jay mengungkapkan, masyarakat Desa Panyabrangan merasa bangga dan senang bahwa upacara peringatan HUT RI Ke-79 tingkat Kecamatan Cikeusal tahun ini dilaksanakan di Desa Panyabrangan atau dilapangan Bendungan Baru Pamarayan, tahun-tahun sebelumnya Upacara peringatan HUT RI selalu dilaksankan di Lapangan PJKA Desa Sukaratu. Dengan adanya kejadian pengusiran tim paskibra tersebut secara langsung telah melukai hati Masyarakat Desa Panyabrangan khususnya, dan umumnya Masyarakat Kecamatan Cikeusal.
Selain itu, pihaknya merasa tidak habis pikir atas tindakan pengusiran kepada tim Paskibra tersebut, berdasarkan hasil klarifikasi yang dilakukan di kantor Balai Desa Panyabrangan kemarin, oknum yang melakukan pengusiran tersebut mengaku bahwa tindakannya atas dasar perintah dari pak Bagus yang merupakan ketua Unit Pengelola Irigasi (UPI) Bendung Baru Pamarayan. Jika pengakuan(perintah) tersebut benar adanya, maka kebijakan ketua UPI merupakan kebijakan yang seharunya tidak dilakukan dan disampaikan kepada bawahan. Dan atas tindakan pengusiran tersebut, saya meminta agar kepala BBWS C3 memberikan sangsi kepada pegawainya. Bila perlu diberikan sangsi berat.
“Saya tidak habis pikir atas tindakan pengusiran kepada tim Paskibra tersebut, berdasarkan hasil klarifikasi yang dilakukan di kantor Balai Desa Panyabrangan kemarin, oknum yang melakukan pengusiran tersebut mengaku bahwa tindakannya atas dasar perintah dari pak Bagus yang merupakan ketua Unit Pengelola Irigasi (UPI) Bendung Baru Pamarayan. Jika pengakuan(perintah-red) tersebut benar adanya, maka kebijakan ketua UPI merupakan kebijakan yang seharunya tidak dilakukan dan disampaikan kepada bawahan. Dan atas tindakan pengusiran tersebut, saya meminta agar kepala BBWS C3 memberikan sangsi kepada pegawainya. Bila perlu diberikan sangsi berat”. Tutur Kang Jay
“Masyarakat Desa Panyabrangan merasa bangga dan cinta akan keberadaan Bendungan Baru Pamarayan, kami terus berupaya menjaga dan mendukung setiap program dan kegiatan yang dilaksankan oleh Pihak UPI atau UPT Bendungan Pamarayan yang merupakan salah satu obyek vital milik negara. Dan saya yakin acara pengukuhan tim Paskibra Kemarin tidak akan sampai merusak fasilitas yang ada, seperti alasan oknum tersebut yang menyatakan bahwa tim paskibra bisa merusak fasilitas yang ada. Bersama dengan masyaarkat yang lain, insya allah kami akan mengagendakan waktu untuk mendatangi kantor UPI pada Bendung Baru Pamarayan untuk bertemu dan meminta klarifikasi dan permintaan maaf dari oknum yang melakukan pengusiran dan pimpinanya”. Tutup Kang Jay
Editor : Roy
EkspresiBanten.id Partisipatif, Informatif & Aktif Berbagi Berita
