Agen pulsa murah
POTO ISTIMEWA

Tingkatkan Kualitas Pengajar, Ponpes Nurul Iman Gelar Pelatihan Hypnoteaching


BOGOR, EKSPRESIBANTEN.ID — Pondok Pesantren Nurul Iman, Parung, Bogor menggelar pelatihan Hypnoteaching bagi 90 ustadz dan ustadzah, Sabtu (12/9/2026). Pelatihan ini dirancang untuk meningkatkan efektivitas komunikasi pengajar dalam proses belajar-mengajar.

Inovasi Metode Pengajaran Berbasis Pikiran Bawah Sadar, Hypnoteaching merupakan seni berkomunikasi dalam mengajar yang menggabungkan prinsip hipnosis ilmiah dengan teknik penyampaian materi. Metode ini bertujuan menciptakan suasana belajar yang rileks, fokus, dan positif di lingkungan santri.

“Dalam metode ini, guru tidak menidurkan atau menghilangkan kesadaran siswa. Secara ilmiah, hipnosis menurunkan gelombang otak dari kondisi tegang (Beta) menjadi lebih tenang dan reseptif (Alfa atau Theta). Hal ini membuat sugesti positif serta materi pelajaran lebih mudah diterima oleh pikiran bawah sadar tanpa penolakan kritis,” jelas Joko Purnomo, A.Ks., M.Si., CCHT-IHC, CI.

Baca Juga:  Ucapan "Londo Ireng" Presiden Prabowo Tuai Kecaman
Poto Para Pengajar Ponpes Nurul Iman saat mengikuti kegiatan Hypnoteaching.

 

Poto Praktek Hypnoteaching kepada pengajar Ponpes Nurul Iman oleh Narasumber JOKO PURNOMO, A.Ks, M.Si, CCHT-IHC,CI

Joko Purnomo, yang hadir sebagai narasumber, merupakan Terapis, Praktisi, Konsultan, sekaligus Trainer dari DPP Perkumpulan Komunitas Hipnoterapi Indonesia (PKHI). Dalam sesi tersebut, ia tidak hanya menyampaikan teori dan tujuan pelatihan, tetapi juga memandu praktek hipnosis secara langsung kepada para peserta.

Dalam kegiatan tersebut, narasumber Joko Purnomo, A.Ks., M.Si., CCHT-IHC, CI. menyampaikan bahwa tujuan utama pelatihan Hypnoteaching adalah membekali ustadz dan ustadzah dengan teknik komunikasi sugestif yang efektif agar proses pembelajaran di pesantren menjadi lebih optimal.

Berikut adalah poin-poin tujuan yang disampaikan oleh narasumber Joko Purnomo, A.Ks., M.Si., CCHT-IHC, CI :

Tujuan Utama Kegiatan Hypnoteaching

  • Menciptakan Suasana Belajar yang Kondusif: Mengondisikan mental dan suasana kelas agar santri merasa rileks, fokus, senang, dan positif dalam menerima pelajaran.
  • Menurunkan Resistensi Pikiran Siswa: Membantu pengajar mengarahkan gelombang otak santri dari kondisi tegang (Beta) ke kondisi tenang dan reseptif (Alfa/Theta), sehingga materi pelajaran dan pesan moral lebih mudah diterima oleh pikiran bawah sadar tanpa penolakan kritis.
  • Meningkatkan Efektivitas Komunikasi Guru: Membekali tenaga pendidik dengan kemampuan penyampaian materi, olah vokal, gesture tubuh, dan bahasa tubuh yang lebih persuasif dan efektif di kelas.
  • Mengatasi Hambatan Belajar (Mental Block): Membantu guru dalam membangkitkan motivasi, membangun kepercayaan diri, dan mengurai kendala belajar atau masalah konsentrasi santri secara personal.
  • Mendukung Visi Pendidikan Terpadu Pesantren: Memperkuat kapasitas ustadz dan ustadzah agar mampu mencetak santri yang unggul secara akademis, berkarakter mandiri, dan kuat secara spiritual.
Baca Juga:  Mahasiswa Trisakti Gaungkan "Tritura": Gelombang Suara Akademik Menuju DPR RI

“Melalui integrasi pelatihan metode pengajaran modern seperti hypnoteaching dan penguatan pendidikan kewirausahaan, Ponpes Nurul Iman terus berkomitmen mencetak sumber daya pengajar yang adaptif serta santri yang siap guna secara teoritis maupun praktis”. Tutup Joko. (BT)


Baca Juga

Ombudsman Sidak Lapas Cibinong, Temukan Dugaan “Klaster Mewah” dan Mobil Mewah

Bogor —Ekspresi Banten, Sorotan terhadap tata kelola pemasyarakatan kembali mengemuka setelah Ombudsman Republik Indonesia melakukan …

Agen pulsa murah