Agen pulsa murah
Poto : Umar Atmaja, Ketua LSM GP2B

LSM GP2B : TREN POSITIF PENURUNAN ANGKA PENGANGURAN DI KOTA TANGERANG HANYA ANGKA, WALIKOTA JANGAN JUMAWA, LIHAT REALITA


Kota Tangerang, EkspresiBanten.Id –  Pengangguran merupakan salah satu masalah sosial-ekonomi paling mendasar yang dihadapi oleh Pemerintah Kota Tangerang. Dampaknya tidak hanya terbatas pada hilangnya potensi produktivitas ekonomi, tetapi juga merambat pada peningkatan kemiskinan, ketimpangan sosial, dan bahkan potensi instabilitas keamanan. Oleh karena itu, peran pemerintah daerah dalam penanganan pengangguran adalah sentral dan krusial. Pemerintah bukan hanya sebagai regulator, tetapi juga sebagai fasilitator utama dan motor penggerak dalam menciptakan ekosistem ketenagakerjaan yang sehat, inklusif, dan berkelanjutan, khususnya dalam hal penciptaan lapangan kerja berkualitas.

Diketahui, berdasarkan data BPS, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Kota Tangerang periode 2023 di angka 6,76 persen dan mengalami penurunan di 2024 dengan angka 5,92 persen. Angka tersebut pun kembali terjadi penurunan di tahun 2025 dengan angka 5,88 persen.

   Data BPS : Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Kota Tangerang (Persen), 2025

Sejak September 2020, Pemkot Tangerang  telah melaksanakan Program “Virtual Job Fair di Kota Tangerang”  yang pada tahun 2024 diklaim sudah menyerap tenaga kerja sebanyak 20.656 orang, dengan rincian 18.906 warga Kota Tangerang dan 1.759 warga luar Kota Tangerang.

Baca Juga:  Walikota Tangerang Sachrudin Teken MoU dengan PT Angkasa Pura Indonesia (API) dan PT Jasa Marga (Persero) Tbk untuk Mantapkan Visi Aerotropolis

Menyoal penurunan angka penganguran di Kota Tangeran, Umar Atmaja, Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat Gerakan Pemuda Peduli Bangsa (LSM GP2B), menilai bahwa pengangguran adalah issu kritis yang masih menjadi tantangan pemerintah daerah yang kompleks, meskipun data statistik menunjukkan penurunan angka Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT), namun fakta dan realitanya berbanding terbalik dengan masih banyaknya Masyarakat yang belum bekerja,hidup belum layak dan masih terdapat 125 ribu orang penduduk miskin pada tahun 2025.

                     Data BPS : Indikator Kemiskinan Kota Tangerang, 2025

Masih menurut Umar, data dan angka  Penurunan Tingkat penganguran Terbuka (TPT) Kota Tangerang bukan sekadar angka yang harus ditekan demi stabilitas statistic dan dianggap sebagai keberhasilan pemerintah daerah. pengangguran adalah indikator langsung dari kegagalan ekonomi yang dilaksanakan oleh kepala daerah dalam menyediakan pekerjaan yang layak bagi masyarakat. Ketika ribuan orang tidak terserap, itu berarti ada masalah pada desain kebijakan daerah, bukan sekadar dinamika pasar dan angka-angka yang disajikan yang berbading terbalik dengan fakta dan realita.

“Data dan angka  Penurunan Tingkat penganguran Terbuka (TPT) Kota Tangerang bukan sekadar angka yang harus ditekan demi stabilitas statistic dan dianggap sebagai keberhasilan pemerintah daerah. pengangguran adalah indikator langsung dari kegagalan ekonomi yang dilaksanakan oleh kepala daerah dalam menyediakan pekerjaan yang layak bagi masyarakat. Ketika ribuan orang tidak terserap, itu berarti ada masalah pada desain kebijakan daerah, bukan sekadar dinamika pasar dan angka-angka yang disajikan yang berbading terbalik dengan fakta dan realita”. Ungkap Umar

Baca Juga:  Pemkot Tangerang Bangun Looping Rawa Bokor

Lebih lanjut, Umar menegaskan bahwa program-program yang dilaksanakan oleh pemerintah daerah seperti pelatihan kerja, pengembangan UMKM dan bantuan permodalan belum efektif dalam Upaya mengatasi penganguran di Kota Tangerang dan hanya pemborosan anggaran. Karena program yang dilaksanakan tidak berkelanjutan dan hanya sebatas untuk menyerap anggaran semata.

selain itu, Umar mengungkapan bahwa jumlah penyerapan tenaga kerja pada program “Virtual Job Fair di Kota Tangerang” yang dilaksanakan setiap tahun adalah salah satu bentuk kegagalan pemerintah daerah dalam mengambil peran aktif melalui program kerja langsung yang terintegrasi dengan pelatihan tenaga kerja. Ini penting untuk memastikan bahwa tenaga kerja tidak hanya terserap, tetapi juga produktif. Artinya peluang lapangan kerja tidak bisa sepenuhnya disediakan dan diserahkan kepada pihak swasta.

Baca Juga:  WASPADA PETUGAS PARKIR NAKAL ! KETUA LSM GP2B DESAK PEMBUBARAN PALANG PARKIR OTOMATIS PT. TNG DI PASAR ANYAR KARENA SUDAH MERUGIKAN MASYARAKAT DAN DAERAH

Sebagai Masyarakat Kota Tangerang,  Umar masih meragukan angka Penurunan Tingkat penganguran Terbuka (TPT) Kota Tangerang yang mengalami tren positif sampai dengan tahun 2025. Selain itu, angka atau data jumlah penyerapan tenaga kerja setiap tahun pada Program “Virtual Job Fair di Kota Tangerang” apakah sesuai dengan fakta dan bisa di validasi.

“Walikota Tangerang Sachrudin tidak boleh jumawa dengan tren positif penurunan Tingkat Penganguran Terbuka (TPT) Kota Tangerang  yang konsiten terus turun dalam tiga tahun terakhir. Dengan penurunan angka pengangguran yang sudah ditampilkan lembaga statistik. dalam kerangka ekonomi. Dalam Kerangka Ekonomi, Jumlah Pengangguran bukan sekadar ditekan dengan angka, tetapi harus dieliminasi dengan kebijakan-kebijakan strategis yang dilakukan oleh Walikota sebagai Kepala Daerah yang memiliki tanggung jawab dalam mensejahterakan masyarakatnya”. Tutup Umar.

(Red)


Baca Juga

Sinergi APH di Rutan Serang, Razia Gabungan Pastikan Lingkungan Pemasyarakatan Aman dan Kondusif

SERANG, EkspresiBanten.id — Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Serang menggelar penggeledahan dan razia gabungan …

Agen pulsa murah