Bandung — Ekspresi Banten, panjang dugaan penyiksaan dan penyekapan yang disebut berlangsung selama kurang lebih tiga tahun akhirnya memasuki babak baru. Terduga pelaku berinisial TH (30) berhasil diamankan aparat gabungan dari Polsek Majalaya bersama jajaran Resmob dan penyidik Polda Jawa Barat di wilayah Majalaya, Kabupaten Bandung, pada Selasa (23/6/2026).
Penangkapan tersebut sontak memicu gelombang reaksi publik. Warga yang selama ini mengikuti perkembangan kasus itu meluapkan kemarahan dan rasa geram terhadap dugaan tindakan kekerasan yang disebut telah dialami korban dalam kurun waktu yang sangat panjang.
Detik-detik penggiringan TH menuju Markas Polda Jawa Barat pada Selasa malam terekam dan beredar luas di media sosial. Dalam rekaman tersebut, terduga pelaku terlihat berada dalam pengawalan ketat aparat kepolisian untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.
Sebelumnya, publik dihebohkan oleh beredarnya video penangkapan TH yang berada di dalam kendaraan bersama tim Resmob Priangan Polda Jabar. Proses penjemputan dari wilayah Kabupaten Bandung menuju Mabes Polda Jabar menjadi perhatian masyarakat yang sejak awal mengikuti kasus tersebut.
Kasus ini menyita perhatian luas karena menyangkut dugaan penganiayaan berat dan penyekapan terhadap seorang perempuan yang disebut berlangsung selama bertahun-tahun. Fakta-fakta yang mulai terungkap menimbulkan pertanyaan serius mengenai bagaimana tindakan kekerasan tersebut dapat berlangsung dalam waktu yang begitu lama tanpa terdeteksi secara menyeluruh.
Perhatian publik semakin meningkat setelah kondisi korban diketahui mengalami luka serius pada bagian wajah hingga harus mendapatkan perawatan intensif di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung. Kondisi korban yang memprihatinkan memicu empati masyarakat sekaligus kemarahan terhadap dugaan pelaku.
Kasus ini bahkan telah melampaui ruang pemberitaan biasa. Sejumlah tokoh nasional, pejabat publik, aktivis kemanusiaan, hingga figur publik turut memberikan perhatian dan mendorong penegakan hukum secara transparan serta berkeadilan. Desakan agar aparat mengusut tuntas seluruh rangkaian peristiwa, termasuk kemungkinan adanya unsur penyekapan, kekerasan fisik, maupun psikis, terus menguat.
Penangkapan TH menjadi momentum penting dalam upaya mengungkap secara terang dugaan kejahatan yang telah mengguncang rasa kemanusiaan masyarakat. Namun demikian, publik menilai bahwa penangkapan hanyalah awal dari proses panjang untuk menghadirkan keadilan bagi korban.
Masyarakat kini menunggu langkah tegas aparat penegak hukum dalam mengungkap seluruh fakta, motif, serta kronologi yang melatarbelakangi dugaan penyiksaan dan penyekapan tersebut. Di tengah sorotan nasional, perkara ini menjadi ujian bagi supremasi hukum untuk membuktikan bahwa setiap tindakan kekerasan terhadap perempuan tidak boleh mendapatkan ruang impunitas dalam negara hukum.
“Penangkapan telah dilakukan, tetapi keadilan sejati baru akan hadir ketika seluruh fakta terungkap dan pelaku mempertanggungjawabkan perbuatannya di hadapan hukum,” menjadi suara yang kini bergema kuat di tengah masyarakat. (Rny)
EkspresiBanten.id Partisipatif, Informatif & Aktif Berbagi Berita
