TANGERANG — Ekspresi Banten, Setiap akhir pekan, kawasan Pasar Lama Kota Tangerang menjelma menjadi panggung kuliner rakyat yang hidup, dinamis, dan sarat identitas. Lorong-lorong jalan yang pada hari biasa tampak bersahaja, berubah menjadi koridor gastronomi terbuka yang menyatukan tradisi, kreativitas, dan denyut ekonomi kerakyatan dalam satu tarikan napas.
Aroma wajan panas dan asap bakaran menyambut pengunjung sejak senja. Dari laksa Tangerang yang legit, sate ayam dan kambing dengan bumbu meresap, nasi uduk, ketoprak, hingga gorengan klasik, Pasar Lama menyuguhkan ragam rasa lintas generasi. Tak hanya kuliner tradisional, sajian kekinian seperti dessert modern, minuman artisan, dan jajanan viral turut memperkaya lanskap rasa, menegaskan adaptasi budaya kuliner terhadap selera zaman.

Pada akhir pekan, intensitas pengunjung meningkat signifikan. Warga lokal, wisatawan domestik, hingga pemburu kuliner memadati kawasan ini, menjadikan Pasar Lama sebagai ruang publik inklusif yang merawat interaksi sosial. Aktivitas jual beli berlangsung hingga malam, menghidupkan roda UMKM dan memperkuat ekosistem ekonomi kreatif berbasis komunitas.
Lebih dari sekadar destinasi makan, Pasar Lama adalah narasi kota—tentang keberlanjutan tradisi, keberanian berinovasi, dan kebersamaan yang dirayakan lewat meja-meja sederhana di ruang terbuka. Akhir pekan di Pasar Lama bukan hanya perihal rasa, melainkan pengalaman urban yang autentik: hangat, ramai, dan berkarakter. (Ronny)
EkspresiBanten.id Partisipatif, Informatif & Aktif Berbagi Berita
