Stunting adalah kondisi dimana seorang anak kekurangan gizi terutama pada 1.000 hari kehidupan pertamanya. Anak yang tergolong stunting yaitu tinggi badan yang tidak sesuai dengan usianya, akan tetapi permasalahan tersebut belum bisa dikatakan stunting.
Dalam upaya meningkatkan kesadaran masyarakat masalah stunting, Kukerta Kelompok 77 UIN SMH Banten melaksanakan penyuluhan stunting terhadap remaja di MA Hidayah Wanti pada hari Ahad, 11 Agustus 2024 di Desa Wantisari Kecamatan Leuwidamar.
Acara yang berlangsung dengan mendatangkan pemateri dari Puskesmas Leuwidamar yaitu dari pengelola gizi Puseksmas Leuwidamar Ibu Fatmawati, S.St dan Ibu Susilawati, Amd.Keb sebagai PJ UMK dan Promkes puskesmas Leuwidamar. Kegiatannya tersebut sangat meriah dan berjalan dengan lancar dan mendapatkan sambutan yang hangat dari siswa dan siswi MA Al Hidayah Wanti. Dalam sambutannya, Putra Aryanto selaku ketua Kukerta 77 menyampaikan ucapan terima kasih kepada pihak yang telah berkontribusi dalam suksesnya acara tersebut.
“Saya perwakilan dari kelompok Kukerta 77 mengucapkan terima kasih kepada bapak Imam beserta dewan guru yang membantu mensukseskan acara hari ini dan mengizinkan untuk menyelenggarakan acara ini di MA Al Hidayah Wanti. Saya juga mengucapkan terima kasih kepada ibu bidan dan pemateri yang menyempatkan waktunya untuk hadir dan menyampaikan materi kepada kami semua”.
Pada kesempatan tersebut, Bidan Fatmawati selaku pemateri memaparkan materi tentang stunting. Permasalahan stunting itu lebih penting dari pada emas dan berlian. Dengan begitu, isu atau permasalahan stunting sangat penting untuk diatasi. Bidan Fatmawati pun menambahkan bahwa bentuk otak juga dapat mempengaruhi seluruh pergerakan manusia yaitu bisa dilihat dari pertumbuhan otak yang bagus di usia 0-2 Tahun. Maka dari itu pertumbuhan atau perkembangan manusia juga akan dipengaruhi oleh otak yang terbentuk dan yang bekerja. Stunting ini dapat ditandai dengan kurangnya tinggi badan anak apabila dibanding dengan anak-anak seusianya.
Bidan Susilawati pun menambahkan “stunting ini bisa diukur dan dilihat dari berat badan anak perumur”. Siswa dan siswi MA Al Hidayah Wanti sangat antusias dengan mengajukan berbagai pertanyaan mengenai stunting tersebut. terutama mengenai gizi pertumbuhan remaja yang sangat membutuhkan perhatian khusus.
Bidan Fatmawati menjelaskan “Iya, bahaya stunting juga menjadi suatu hal yang sangat ditakutkan, yang mana stunting dapat mempengaruhi perkembangan otak, kecerdasan, gangguan pertumbuhan fisik, gangguan metabolisme tubuh, kemampuan kognitif dan prestasi belajar juga akan terhambat.”
Makanan bergizi juga sangat penting untuk asupan sehari-hari. Bidan Fatmawati selaku pemateri juga meberikan saran terhadap siswa dan siswi MA Al Hidayah Wanti. Pencegahan stunting bisa dilakukan dengan tablet tambah darah dan makanan bergizi.(*)
EkspresiBanten.id Partisipatif, Informatif & Aktif Berbagi Berita


