EKSPRESIBANTEN.ID TANGERANG — Para petani yang berada di Desa Kampung Kelor, Desa Gempol Sari, Kecamatan Sepatan Timur, Kabupaten Tangerang saat ini dilanda kesulitan mendapatkan air untuk mengairi areal sawahnya.
Pasalnya, aliran sungai di daerah tersebut terbendung untuk kepentingan Proyek Nasional yakni Rehabilitasi Jaringan Irigasi Barat Laut dan Pintu 2 di Desa Lebak Wangi penutup kran airnya hilang entah kemana.
Pada saat ini para petani banyak yang mengeluh dan tidak bisa bertani karena kurang lebih sudah 3 bulan tidak ada air. Penyebabnya adalah karena Pintu Air 2 Desa Bayur puteran kran airnya hilang, dan di Pintu Utama Perbatasan Tangerang Kota ada juga ada Rehabilitas Sungai.
“Intinya, sedikitnya terdapat puluhan hektare sawah di desa itu kekeringan akibat aliran sungai mengering. Petani kita mengeluh terkait saluran air yang mengering bahkan pompa air juga kering terutama di Desa Kampung Kelor,” kata Hadi mewakili warga masyarakan setempat.
Lebih lanjut dia mangatakan bahwa hasil pantauan ulu-ulu desa, air yang datang dari pintu air 10 penuh masalah pasalnya air tidak sampai ke kali menuju Desa Kampung Kelor, Kecamatan Sepatan Timur, Kabupaten Tangerang.
Camat Sepatan Timur saat dikonfirmasi via sambungan telpon (whathapp) oleh awak media terkait aduan petani yang mengeluhkan kekeringan saluran air, Camat Sepatan Timur menyampaikan, Ya nanti besok ditelusuri dulu, Ya mohon bersabar.
“Insyaallah terkait kebutuhan air bersih untuk rumah tangga, nanti akan dikirim bantuan air bersih, artinya jadwal waktunya hanya tinggal ditentukan lokasi penyalurannya saja.” Ucap Camat Sepatan Timur.
Heboh kering kerontang air sungai di wilayah Kecamatan Sepatan Timur langsung ditelusuri dan dicari penyebabnya oleh tim Pemerintah Kecamatan setempat, Rabu (1/11/2023).
“Benar saja pintu air 2 di Desa Lebak Wangi putaran krannya hilang sejak lama, dan air dari sungai Cisadane tidak bisa mengalir ke Desa Kedaung, Desa Kampung Kelor, dan Desa Gempol Sari,” imbuhnya.
Berdasarkan analisa dan pengamatan Camat Sepatan Timur bahwa sementara ini aliran sungai yang sudah ada, juga terbendung terkendala oleh Proyek Pembangunan Rehabilitas Jaringan Irigasi Barat Laut D.I Cisadane.
“Harapan kami kedepan adalah agar seluruh masyarakat Sepatan Timur, Kabupaten Tangerang dapat bersabar dalam menghadapi kekeringan ini, mudah-mudahan hujan segera datang serta membasahi tanah tanah yang kering kerontang dilanda kekeringan di musim kemarau,” pungkas Camat. (sholeh/red)
EkspresiBanten.id Partisipatif, Informatif & Aktif Berbagi Berita

