Agen pulsa murah

Macet Kronis di Jalan Baru Oppo Bayur, Cermin Kegagalan Manajemen Lalu Lintas Kota Tangerang


Kota Tangerang —Ekspresi Banten, Kemacetan parah kembali terjadi di ruas jalan baru kawasan Oppo Bayur, sebuah ironi infrastruktur di tengah geliat pembangunan kota. Jalan yang sejatinya diharapkan menjadi solusi mobilitas, justru berubah menjadi titik sumbat lalu lintas yang terus berulang tanpa penyelesaian konkret.

Kemacetan dipicu oleh kondisi jalan yang hanya mampu dilintasi satu kendaraan, sementara arus lalu lintas dipaksakan berjalan dua arah. Situasi ini diperparah oleh tingginya volume kendaraan yang tetap nekat melintasi jalur sempit tersebut, meskipun secara kasat mata kapasitas jalan jelas tidak memadai. Fenomena ini menunjukkan rendahnya disiplin berlalu lintas sekaligus lemahnya pengaturan teknis dari otoritas terkait.

Baca Juga:  Perkuat Layanan di MPP, PJ Walikota Tangerang Teken Perpanjangan MoU Dengan Mitra Layanan Publik

Secara struktural, persoalan ini bukan semata soal perilaku pengendara, melainkan juga kegagalan dalam perencanaan dan percepatan pembangunan infrastruktur pendukung. Jalan yang belum rampung sepenuhnya justru dibuka tanpa rekayasa lalu lintas yang matang, menciptakan konflik arus yang tak terhindarkan.

“Ini bukan lagi soal sabar atau tidak, tapi soal sistem yang tidak berjalan. Semua tahu ini cuma satu jalur, tapi tetap dipaksakan dua arah. Akhirnya macet total setiap hari,” ujar Bereng, salah satu pengendara yang diwawancarai wartawan Ekspresi Banten.

Kondisi ini menuntut respons cepat dari Pemerintah Kota Tangerang. Pembiaran terhadap kemacetan berulang bukan hanya merugikan waktu dan produktivitas masyarakat, tetapi juga mencerminkan lemahnya komitmen terhadap tata kelola transportasi yang efektif dan berkelanjutan.

Baca Juga:  Bejat! Mantan Wakasek SMP di Tangerang Diduga Lecehkan Dua Murid, Polisi Dalami Kasus yang Mengguncang Dunia Pendidikan

Masyarakat mendesak agar Pemkot segera menyelesaikan pembangunan jalur sebelah sebagai solusi utama untuk mengurai kepadatan. Tanpa percepatan tersebut, jalan baru Oppo Bayur berpotensi menjadi simbol stagnasi—di mana pembangunan fisik tidak diiringi dengan kesiapan operasional yang memadai.

Jika dibiarkan, kemacetan ini bukan sekadar gangguan harian, melainkan akumulasi kegagalan kebijakan yang dapat menggerus kepercayaan publik terhadap pemerintah daerah. Saatnya Pemkot Kota Tangerang bertindak tegas, bukan sekadar merespons, tetapi mengantisipasi—sebelum jalan ini benar-benar menjadi “bottleneck permanen” bagi mobilitas warga.

Wartawan: suhendi

Editor: Ronny.R 


Baca Juga

Kinerja Polsek Sepatan Dinilai Lelet Oleh Pelapor

EKSPRESIBANTEN.ID, KOTA TANGERANG—Kinerja Polsek Sepatan dinilai lamban oleh seorang pelapor bernama Eka Widya. Laporan dugaan …

Agen pulsa murah