TANGERANG SELATAN — Espresi Banten, Kebakaran gudang bahan kimia di kawasan Taman Tekno, Kota Tangerang Selatan, menjelma menjadi krisis lingkungan serius yang berdampak lintas wilayah. Limbah sisa pemadaman kebakaran diduga kuat mencemari aliran sungai hingga bermuara ke Sungai Cisadane, memicu kerusakan ekosistem dan melumpuhkan layanan air bersih bagi masyarakat di Tangerang Selatan, Kota Tangerang, dan Kabupaten Tangerang.
Informasi yang beredar di masyarakat melalui koordinasi RT dan RW menyebutkan bahwa aliran limbah dari lokasi kebakaran masuk ke sungai di wilayah Jalatreng, Tangsel. Dampaknya terlihat nyata: air berubah warna, berbau menyengat, dan berbusa. Fenomena tersebut diikuti kematian ikan secara massal di sejumlah titik aliran sungai.

Menyikapi kondisi itu, masyarakat diimbau tidak mengonsumsi ikan yang ditemukan mati atau terpapar, karena berpotensi mengandung zat kimia berbahaya yang membahayakan kesehatan. Indikasi pencemaran ini juga memaksa PDAM menghentikan total pengolahan air baku dari Sungai Cisadane sebagai langkah mitigasi risiko, sehingga pasokan air PAM ke pelanggan dihentikan sementara.
Penghentian distribusi air bersih ini berdampak luas pada aktivitas rumah tangga, layanan publik, hingga sektor usaha. Publik kini menuntut transparansi hasil uji laboratorium kualitas air, kejelasan jenis zat kimia yang terlibat, serta pertanggungjawaban pihak pengelola gudang dan otoritas terkait atas kerugian ekologis dan sosial yang ditimbulkan.
Peristiwa ini menjadi peringatan keras akan pentingnya pengawasan ketat terhadap industri bahan berbahaya serta kesiapan sistem penanggulangan pencemaran. Negara diharapkan hadir secara tegas untuk memastikan pemulihan lingkungan, perlindungan kesehatan warga, dan pemenuhan hak atas air bersih.
Masyarakat diminta tetap waspada dan mengikuti informasi resmi pemerintah daerah serta PDAM hingga kondisi dinyatakan aman secara ilmiah.
Reporter: Suhendi
Editor: Ronny.R
EkspresiBanten.id Partisipatif, Informatif & Aktif Berbagi Berita
