KOTA TANGERANG – Dalam menghadapi kompleksitas tantangan sosial dan lingkungan di era modern ini, Aparatur Pemerintahan Daerah (APD) dituntut tidak sekadar menjadi pelayan masyarakat, tetapi juga aktor utama dalam sistem perlindungan sosial dan kebencanaan.
Kota Tangerang melalui Asisten Daerah 1, H. Deni Koswara, S.Sos., M.Si., kini tengah mengintensifkan sosialisasi dan penerapan program strategis yang menitikberatkan pada kesiapsiagaan menghadapi bencana alam, bahaya laten narkotika, serta konflik sosial seperti tawuran, yang kerap terjadi di tingkat kecamatan, kelurahan.
“APD harus hadir sebagai garda terdepan. Bukan hanya ketika bencana telah terjadi, tetapi sejak fase pencegahan dan mitigasi dini. Ketanggapan terhadap bahaya sosial seperti narkoba dan tawuran juga bagian dari bentuk perlindungan warga,” tegas Deni Koswara saat membuka agenda koordinasi lintas wilayah kecamatan, Rabu (6/8/2025).
Program ini dirancang bukan semata-mata berbasis instruksi birokratif, melainkan dibangun melalui pendekatan partisipatif, dengan melibatkan elemen masyarakat, tokoh pemuda, serta forum kewaspadaan dini di tingkat kelurahan. Fokusnya adalah membangun sistem koordinasi cepat, edukasi berkelanjutan, serta peningkatan kapasitas respons aparatur secara menyeluruh.
Salah satu tokoh masyarakat yang secara vokal mendukung langkah progresif ini adalah aktivis sosial Umar Atmaja. Ia menilai bahwa apa yang dilakukan oleh Pemerintah Kota Tangerang merupakan bentuk keseriusan dalam merespons dinamika sosial yang tak bisa disikapi dengan pendekatan konvensional semata.
“Langkah-langkah yang dipaparkan oleh Asda I menunjukkan adanya kesadaran struktural akan pentingnya sistem deteksi dini dan respons cepat. Saya mendukung penuh. Ini adalah investasi sosial jangka panjang bagi Kota Tangerang,” ujar Umar Atmaja.
Menurutnya, kehadiran program ini menjadi solusi preventif atas maraknya kenakalan remaja, penyebaran narkotika, serta lambannya penanganan bencana yang kerap disebabkan oleh lemahnya koordinasi antarwilayah.
Sosialisasi program terus digencarkan, menyasar seluruh jajaran kelurahan dan kecamatan, dengan mengedepankan prinsip kolaborasi antarsektor. Kota Tangerang bertekad membangun ekosistem pemerintahan yang tidak hanya reaktif, tetapi proaktif dalam menjaga ketertiban sosial dan keselamatan warga.
Dengan paradigma baru ini, Kota Tangerang menegaskan jati dirinya sebagai kota modern yang beradab, adaptif terhadap risiko, dan berpihak pada keamanan serta kesejahteraan.
Editor: roren / Reporter: Dimas
EkspresiBanten.id Partisipatif, Informatif & Aktif Berbagi Berita
