Agen pulsa murah
Poto. kegiatan Workshop Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri Obat Tradisional Bagi Daerah

DINAS KESEHATAN PROVINSI BANTEN GELAR  WORKSHOP PENINGKATAN PENGGUNAAN PRODUK DALAM NEGERI OBAT TRADISIONAL BAGI DAERAH


SERANG, EB – Dinas Kesehatan Provisi Banten Menggelar  kegiatan Workshop Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri Obat Tradisional bagi Daerah. Workshop tersebut  sebagai komitmen pemerintah Provinsi Banten dalam mendukung kemandirian sektor Kesehatan dan sebagai Upaya mendorong optimalisasi pemanfaatan obat tradisional lokal di berbagai fasilitas pelayanan kesehatan. Kegiatan tersebut  dilaksanakan pada Rabu 14 Mei 2025 dan bertempat di Aula Dinkes Banten.

Sebagai pembicara pada kegiatan workshop tersebut, Kepala Balai Besar POM Serang  Mojaza Sirait, S.Si., Apt menyampaikan materi yang berjudul “Peran Regulasi  dalam Mendukung Hilirisasi Produk Bahan Alam  yang Aman dan Berkualitas”.

Dalam materi workshop tersebut  Mojaza Sirait, S.Si., Apt  menyampaikan bahwa Indonesia merupakan negara mega centre tanaman obat  dan bahan dari  alam. Rata-rata penggunaan obat tradisional di seluruh dunia adalah 20-28% dari penduduk dunia. Obat tradisional banyak alam digunakan untuk mencegah penyakit dan mengatasi berbagai keluhan penyakit sebagai obat pendamping maupun obat pengganti. Prediksi pertumbuhan investasi pada produk personal health dan kosmetik, serta obat dengan bahan alam secara global ditunjukkan dengan peningkatan nilai Compound Annual Growth Rate (CAGR) periode 2023 hingga 2033, yaitu 5,85% (kosmetik) dan 8,17% (obat bahan alam).

Baca Juga:  Dinas PRKP Provinsi Banten Targetkan Perbaikan 110 Rumah Tidak Layak Huni pada 2025

Selain itu, Mojaza Sirait, S.Si., Apt  juga menambahkan materi terkait peran BPOM Serang dalam n  Otoritas Pengendalian Obat Dan Makanan, ruang lingkup pengawasan obat dan makanan serta Regulasi Dan Ketentuan Standardisasi Obat Bahan Alam (OBA).

Poto. kegiatan Workshop Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri Obat Tradisional Bagi Daerah

Dalam kesempatan itu, Kasi Ketahanan Produksi Distribusi Pengawasan Alkes, Pengelolaan dan Pelayanan Kefarmasian Dinkes Banten, Ardhya Malahayati menyebut bahwa Workshop ini dirancang sebagai wadah edukasi dan sinergi antar pemangku kepentingan. Tujuannya jelas untuk memperluas pemahaman mengenai mutu, keamanan, dan efektivitas obat tradisional dalam negeri yang berbasis riset dan kearifan lokal.

Selain itu, Ardhya Malahayati  juga menyampaikan bahwa Workshop ini dirancang sebagai wadah edukasi dan sinergi antar pemangku kepentingan. Tujuannya jelas untuk memperluas pemahaman mengenai mutu, keamanan, dan efektivitas obat tradisional dalam negeri yang berbasis riset dan kearifan local.

Baca Juga:  Dinkes Banten Bersama Gubernur Andra Soni Gelar Kampanye TOSS TBC, Peduli Kendalikan Tuberkulosis

“Workshop ini dirancang sebagai wadah edukasi dan sinergi antar pemangku kepentingan. Tujuannya jelas untuk memperluas pemahaman mengenai mutu, keamanan, dan efektivitas obat tradisional dalam negeri yang berbasis riset dan kearifan lokal’. Ungkap Ardhya Malahayati

Dinas Kesehatan Banten berharap dengan adanya workshop ini para pelaku usaha obat tradisional bisa mendaftar produknya ke dalam e-katalog supaya produk mereka bisa terjual luas bukan hanya di Provinsi Banten. (ADV).

 


Baca Juga

Dorong Literasi Kreatif, DPAD Kota Tangerang Gelar Pelatihan Decoupage Berbasis Praktik

Kota Tangerang, EkspresiBanten.id – Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (DPAD) Kota Tangerang siap menggelar Kelas …

Agen pulsa murah