JAKARTA — Ekspresi Banten, Gempa bumi berkekuatan magnitudo (M) 7,7 mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (15/8/2026) dini hari. Guncangan kuat tersebut berdampak pada sejumlah wilayah di Pulau Flores dan menimbulkan korban jiwa serta kerusakan bangunan.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat gempa terjadi pada pukul 04.58 WIB. Gempa dipicu mekanisme sesar naik pada busur belakang Flores.
BMKG sempat mengeluarkan peringatan dini tsunami setelah gempa utama terjadi. Namun, peringatan tersebut kemudian dinyatakan berakhir pada pukul 07.30 WIB. Masyarakat tetap diimbau waspada terhadap kemungkinan gempa susulan dan tidak mudah percaya terhadap informasi yang belum terverifikasi.
Hingga pukul 14.00 WIB, BMKG mencatat sebanyak 235 aktivitas gempa susulan dengan magnitudo berkisar M2,5 hingga M6,2. Aktivitas gempa susulan masih tergolong tinggi dan terus dipantau oleh BMKG.
Dampak gempa juga terus diperbarui oleh pemerintah. Laporan dari Pemerintah Provinsi NTT pada Sabtu sore menyebut jumlah korban meninggal dunia telah mencapai 33 orang, sementara 23 orang lainnya mengalami luka-luka. Data tersebut masih dapat berubah seiring proses pendataan dan evakuasi di lapangan.
Sebelumnya, BNPB melaporkan 14 orang meninggal dunia, dua orang luka berat, dan 11 orang luka ringan berdasarkan pemutakhiran data hingga pukul 12.30 WIB. Sejumlah rumah, fasilitas kesehatan, fasilitas pendidikan, tempat ibadah, serta kantor pemerintahan juga dilaporkan mengalami kerusakan.
BMKG menyatakan gempa M7,7 tersebut berkaitan dengan aktivitas sesar naik busur belakang Flores. Wilayah ini memiliki sejarah aktivitas gempa kuat, sehingga pemantauan terhadap gempa susulan terus dilakukan.
Pemerintah bersama unsur terkait telah melakukan langkah tanggap darurat, termasuk pencarian dan evakuasi korban, pendataan kerusakan, serta pemulihan fasilitas yang terdampak.
Masyarakat di wilayah terdampak diminta tetap tenang, mengikuti informasi resmi dari BMKG, BNPB, pemerintah daerah, dan instansi terkait, serta menghindari bangunan yang mengalami kerusakan karena masih terdapat potensi gempa susulan.(Red)
EkspresiBanten.id Partisipatif, Informatif & Aktif Berbagi Berita
