TANGERANG — Ekspresi Banten, Bupati Tangerang Maesyal Rasyid melantik enam Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama (Eselon II) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tangerang, Jumat (31/7/2026).
Pelantikan tersebut bukan sekadar seremoni pergantian jabatan. Di balik rotasi sejumlah pejabat strategis itu, terdapat agenda penataan birokrasi yang diarahkan untuk memperkuat efektivitas organisasi pemerintahan sekaligus memastikan setiap posisi diisi berdasarkan kapasitas dan kebutuhan institusi.
Salah satu nama yang menjadi perhatian adalah Dadan Gandana. Pejabat yang sebelumnya dipercaya sebagai Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Tangerang tersebut kini mendapatkan amanah baru sebagai Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Tangerang.
Sementara itu, posisi Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Tangerang dipercayakan kepada Supriyadi, yang sebelumnya menjabat sebagai Camat Cikupa.
Bupati Tangerang Maesyal Rasyid menegaskan bahwa proses penempatan pejabat dilakukan dengan mempertimbangkan aspek profesionalitas dan kebutuhan organisasi.
“Seluruh proses ini mengacu pada sistem manajemen talenta yang mempertimbangkan kinerja, kompetensi, serta kebutuhan organisasi,” kata Maesyal.»
Pernyataan tersebut memperlihatkan bahwa rotasi birokrasi tidak semestinya dipandang sebatas perpindahan jabatan. Lebih jauh, penataan pejabat merupakan bagian dari strategi organisasi untuk memastikan roda pemerintahan bergerak dengan sumber daya manusia yang memiliki kompetensi sesuai dengan tantangan pada masing-masing perangkat daerah.
Enam Pejabat, Enam Mandat Strategis
Adapun enam pejabat yang dilantik dan posisi barunya adalah:
1. Asep Suherman — Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata (Disporabudpar).
2. Ratih Rahmawati — Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A).
3. Dadan Gandana — Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda).
4. Supriyadi — Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Tangerang.
5. Muchammad Solehhudin — Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol).
6. Yudiana — Staf Ahli Bupati Bidang Pembangunan, Ekonomi, dan Keuangan pada Sekretariat Daerah.
Rotasi ini sekaligus menempatkan sejumlah pejabat pada sektor-sektor yang memiliki posisi penting dalam agenda pembangunan Kabupaten Tangerang.
Bapenda, misalnya, memiliki peran strategis dalam optimalisasi pendapatan daerah. Di sektor pendidikan, tantangannya tidak kalah kompleks, mulai dari peningkatan mutu layanan, pemerataan akses pendidikan, hingga penguatan kualitas sumber daya manusia.
Begitu pula sektor pemuda, olahraga, kebudayaan, pariwisata, pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak, kesatuan bangsa serta kebijakan pembangunan ekonomi yang membutuhkan kepemimpinan birokrasi yang adaptif dan mampu membaca dinamika masyarakat.
Karena itu, publik tentu berharap rotasi tersebut tidak berhenti pada pergantian nama di struktur organisasi. Setiap jabatan baru harus berujung pada kinerja baru, inovasi baru, dan pelayanan publik yang semakin nyata.
Pada akhirnya, ukuran keberhasilan sebuah rotasi birokrasi bukan terletak pada siapa yang dilantik, melainkan pada seberapa besar perubahan positif yang mampu dirasakan masyarakat setelah mandat tersebut dijalankan. (Red)
EkspresiBanten.id Partisipatif, Informatif & Aktif Berbagi Berita
