Tangerang —Ekspresi Banten, pelanggan terkait kualitas air yang didistribusikan PDAM Tirta Benteng mulai memaPDAM Tirta Benteng Disorot, Publik Menunggu Kepastian Kualitas Airsuki ranah pelayanan publik. Air yang disebut keruh, kekuningan, berbau amis, hingga menimbulkan rasa gatal ketika digunakan untuk mandi, menimbulkan pertanyaan yang tidak bisa dijawab hanya dengan asumsi.
Persoalan utamanya bukan semata-mata apakah keluhan tersebut terjadi pada satu pelanggan atau di wilayah tertentu. Pertanyaan yang lebih mendasar adalah: bagaimana mekanisme pengawasan kualitas air yang dilakukan PDAM Tirta Benteng sebelum dan selama air didistribusikan kepada masyarakat?
Pelanggan pada dasarnya telah menjalankan kewajibannya dengan membayar tagihan secara rutin. Karena itu, masyarakat memiliki alasan kuat untuk meminta kepastian bahwa layanan yang diterima sebanding dengan kewajiban yang mereka tunaikan.
“Kalau kami rutin membayar, kami tentu berharap mendapatkan air dengan kualitas yang layak. Kami meminta PDAM mengecek langsung jaringan dan kondisi air di wilayah kami,” ujar warga.
Keluhan tersebut tentu perlu ditempatkan secara proporsional. Tanpa pemeriksaan laboratorium dan investigasi teknis, penyebab perubahan warna, bau, maupun kondisi air tidak dapat serta-merta disimpulkan. Justru di titik inilah PDAM Tirta Benteng dituntut menunjukkan kapasitas profesionalnya.
Langkah yang dinilai penting bukan sekadar menerima laporan pelanggan, tetapi melakukan pengambilan sampel air, pemeriksaan kualitas, pengecekan jaringan distribusi, serta penelusuran kemungkinan sumber persoalan.
Hasil pemeriksaan pun idealnya disampaikan secara transparan kepada pelanggan. Dengan demikian, publik tidak dibiarkan berada dalam ruang spekulasi, sementara keluhan mengenai kebutuhan dasar masyarakat terus berulang.
Sebab, pelayanan air bersih bukan hanya persoalan mengalir atau tidak mengalir. Kualitas air merupakan bagian integral dari mutu pelayanan publik. (RR)
EkspresiBanten.id Partisipatif, Informatif & Aktif Berbagi Berita
